Tugas 2 kewirausahaan

Mata Kuliah
Kewirausahaan
(Tugas 2)

Disusun Oleh :

Nama : Dadang Pujo PRastyawan
Kelas : 4 ID 08
NPM : 38412352

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2015
Pengorganisasian adalah suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam sistem manajemen. Penggunaan yang teratur tersebut akan menekankan pada pencapaian tujuan sistem manajeman dan membantu wirausahawan tidak hanya dalam pembuatan tujuan yang nampak tetapi juga didalam menegaskan sumber daya yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Organisasi kewirausahaan, seperti dalam bab ini menunjuk pada hasil-hasil proses pengorganisasian.
Tujuan organisasi adalah terget kearahmana sistem manajemen terbuka diarahkan. Masukan, proses dan keluaran organisasi semuanya ada untuk mencapai tujuan organisasi. Jika dikembangkan dengan tepat, tujuan organisasi mencerminkan maksud dari organisasi: yaitu tujuan wajar yang mengalir dari maksud organisasi. Jika sebuah organisasi mencapai tujuannya,organisasi tersebut secara serentak mencapai maksudnya dan karenanya membenarkan alasan bagi keberadaannya. Tujuan organisasai bisnis bisa diringkas sebagai berikut:
a. Keuntungan adalah kekuatan motifasi bagi wirausahawan.
b. Pelayanan pada pelanggan dengan penyediaan nilai ekonomis yang dibutuhkan( barang dan jasa) membenarkan keberadaaan dari organisasi bisnis.
c. Tanggung jawab sosial bagi wirausahawan sesuai dengan kode etik dan moral yang dibuat oleh masyarakat dimana industri tersebut bertempat.
Henry fayol telah mengmbangkan enambelas garis pedoman umum yang bisa digunakan ketika mengorganisasi sumberdaya-sumberdaya. Walaupun garis pedoman tersebut dipublikasikan di inggris pada tahun 1949, garis pedoman tersebut saran yang bernilai bagi wirausahawan dewasa ini.
a. Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijaksana.
b. Mengorganisasi fase kemanusaiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan-tujuan, sumberdaya-sumberdaya dan kebutuhan dan persoalan tersebut.
c. Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, enerjix, dan menuntun(struktur memnejemen formal).
d. Mengkoordinasi semua aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha.
e. Merumuskan keputusan yang jelas, berbeda, dan tepat.
f. Menyusun bagi seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh manajer yang kompeten, enerjix dan tiap-tiap karyawan ditempatkan pada tempat dimana dia bisa menyumbangkan tenaganya secara maxsimal.
g. Mendefinisikan tugas-tugas.
h. Mendorong inisiatif dan tanggung jawab.
i. Memberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan.
j. Memfungsikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan.
k. Mempertahankan disiplin.
l. Menjamin kepentingan individu konsiten dengan kepentingan umum dari organisasi.
m. Mengakui adanya satu komando.
n. Mempromosikan koordinasi bahan dan kemanusiaan.
o. Melembagakan dan meperlakukan pengawasan.
p. Menghindari adanya pengaturan, birokrasi(red tape) dan kertas kerja.
Beberapa alasan yang umumnya diterima mengenai mengapa pembagian tenaga kerja hendaknya digunaka dalam strategi pengorganisasian adalah. Pertama, karena pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu, ketrampilan mereka untuk melaksanakn tugas tersebut cenderung meningkat. Kedua, tenaga kerja tidak kehilangan waktu yang berharga didalam bergerak dari satu tugas ke tugas lainnya. Karena mereka biasanya mempunyai satu pekerjaan dan satu tempat untuk mengerjakan pekerjaan tersebut, tidak ada waktu yang hilang dari pergantian alat dan lokasi. Ketiga, karena pekerjan memusatkan diri pada hanya melaksanakan satu pekerjaan, mereka sesungguhnya cenderung mencoba pekerjaan tersebut mudah dan lebih efisien. Keempat, pembagian tenaga kerja menciptakan situasi dimana pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana mereka melaksanakan bagian tugas dan bukannya proses keseluruhan produk. Oleh karena itu, tugas mengenai pengertian terhadap tugas mereka tidak begitu menjadi beban.
Akantetapi, argumen juga dikemukakan bahwa tidak perlu digunakan pembagian tenaga kerja dan spesialisasi yang exstrem. Secara keseluruhan, argume tersebut menyatakan bahwa keuntungan dari pembagian tenaga kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi dan mengabaikan variabel manusia. Kerja yang sangat tersepesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan dan karena itu biasanya menyebabkan tingkat produksi menjadi turun.
Menurut Chester Barnard akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang apabila terdapat hal-hal mengenai jika :
a. Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal semua anggota organisasi.
b. Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah.
c. Lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung.
d. Rantai komando yang lengkap.
e. Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai.
f. Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional.
g. Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer.

Referensi
Wiratmo, masykur. 1994. Kewirausahaan. Jakarta: gunadarma.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s