makalah 4

 

Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar

Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah

Peran Tokoh Masyarakat Untuk Melestarikan Budaya

Kelas : 1-ID08

Tanggal Penyerahan Makalah : 15 Januari 2013

Tanggal Upload Makalah : 16 Januari 2013

P E R N Y A T A A N

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

P e n y u s u n

 

NPM

Nama lengkap

Tanda tangan

38412352

 

Dadang Pujo Prastyawan

 

 

 

 

Program Sarjana Teknik Industri

UNIVERSITAS GUNADARMA

 

ii

KATA PENGANTAR 

           Alhamdulillah segala puji hanyalah milik Allah SWT. Tuhan semesta alam atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga bisa menyelesaikan makalah ini dengan baik. Salawat serta salam kita panjatkan pada junjungan kita nabi Muhammad SWT.

 

Makalah ini membahas tentang “PERAN TOKOH MASYARAKAT UNTUK MELESTARIKAN BUDAYAyang berkaitan dengan mata kuliah ILMU BUDAYA DASAR. Makalah ini dapat sebagai rujukan untuk menambah pengetahuan mengenai cara interaksi individu dengan masyarakat sehingga memperkokoh pertahanan jiwa saling menyatu dan kompak. Sebagai mahasiswa kita sebaiknya banyak mengetahui segala aspek bagaimana berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Tentunya untuk memotivasi kita agar terus berprilaku baik, santun dan dengan penuh kreativitas. Sebagai mahasiswa baru, kita sama-sama belajar dan menggali Ilmu Budaya Dasar  yang dimana banyak manfaat yang kita dapat.

Dalam pembuatan makalah  ini selaku saya masih dalam pembelajaran maka  hasilnya  jauh dari sempurna,karena kesempurnaan  hanyalah milik  Allah SWT. Untuk  peningkatan dan kreatifitas dalam  pembuatan makalah saya  menerima saran dan  kritik  yang bersifat  membangun ilmu baru.

 

 

 

 

 

 

Bekasi, 15 Januari 2013

                                                                                                                           Penyusun

 

 

 iii

 Daftar Isi

 

 

 

COVER…………….…………………………………………………………………………..i

PERNYATAAN………………………………………………………………………………………..ii

KATA PENGANTA..………………………………………………..……………………..iii

DAFTAR ISI……………..………………………..……………………………………iv

 

BAB 1 : PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  1

  1.  LATAR BELAKANG. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . .  1
  2. TUJUAN………………………………………………………………..2
  3. SASARAN ……………………………………………………………..2

BAB 2 : PERMASALAHAN ……………………………………………3

1.  KEKUATAN(Strength)  ……………………………………………………….3

2.  KELEMAHAN (Weakness) ………………………………………………………3

3.  PELUANG (Opportunity) ………………………………………………………..4

4.  TANTANGAN DAN HAMBATAN(Threats) ……………………………………………4

BAB 3 : KESIMPULAN DAN REKOMENDASI…………………………….5

1.      KESIMPULAN………………………………………………………….5

2.      REKOMENDASI………………………………………………………..5

3.      REFERENSI…………………………………………………………….5

 

iv

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.   Latar Belakang

Sebagai anak bangsa didalam kehidupan, kita semua perlu melestarikan budaya leluhur yang telah diwariskan dalam negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini, karna mengalirnya darah nenek moyang pada setiap diri pribadi dengan tingkat kesadaran yang tinggi untuk melestarikan amanahnya.

Dengan keteguhan hati kita miliki pasti, pentingnya peran serta agama dan negara, untuk masyarakat agar tidak  terbawa oleh pengaruh asing yang bisa meluluh lantahkan sebuah peradapan didalam kehidupan bermasyarakat.

Lantas timbul pertanyaan akankah kita bisa terus menerus bertahan menjaganya dari segala pertumbuhan yang datang mempengaruhi berbagai bidang sebuah peradaban asing didalam masyarakat membuat ajaran yang bukan kita anut sebagai orang timur yang  penuh dengan keramah tamahan sebagai bangsa Indonesia?

Semua itu kita wajib bertanggung jawab terhadap peradaban bangsa serta  mengetahui fungsi serta tugas-tugas dalam melestarikan budaya, paling tidak peran pemerintah yang harus didukung oleh segala lapisan masyarakat,seperti peran para aparat kepolisian yang menegakan tertibnya sebuah undang-undang didalam negara, dan peran tokoh agama yang menyirami kering kerontangnya bathin, serta tidak kalah pentingnya peran para tokoh muda untuk menepis arus globalisasi yang dapat mempengaruhi perkembangan kaum muda, seperti maraknya kebebasan dalam pergaulan generasi muda dikehidupan sehari-hari yang mudah terperosok dan  tertarik pada jalur-jalur narkoba dengan diistilahkan salah gaul, nah… kalau sudah begini adanya untuk menyelamatkan kaum muda tentunya peran penting suatu Badan Narkotika Nasional harus didukung sepenuhnya agar regenerasi yang handal terwujud sebagai bangsa besar didalam Kesatuan Negara Indonesia.

  1. B.   Tujuan Penulisan Makalah
  2. Menjelaskan peran tokoh masyarakat dalam melestarikan budaya.
  3. Menjelaskan pengaruh peran tokoh masyarakat dalam melestarikan budaya.
  4. Untuk mengetahui pentingnya peran tokoh masyarakat dalam melestarikan budaya dalam era globalisasi.
  5. Sebagai tugas ilmu budaya dasar.

 

 

1

  1. C.   Sasaran

1.      Media informasi bagi pembaca agar dapat membuka cakrawala mengenai pentingnya peran masyarakat dalam pelestarian budaya bangsa dalam era globalisasi.

2.      Sarana pembelajaran mengenai hubungan peran masyarakat dengan pelestarian budaya bangsa yang semakin lama, semakin hilang di telan oleh perkembangan zaman.

3.      Setiap masyarakat ataupun tokoh masyarakat sangat penting peranannya untuk ikut serta dalam pelestarian budaya bangsa sebagai suatu identitas bangsa dan kebanggaan bangsa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

BAB II

PERMASALAHAN

 

            Analisis permasalahan peran tokoh masyarakat dalam melestariakn budaya dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek:

1.     Kekuatan (Strenght)

a.       Kebudayaan nasional merupakan kumpulan dari kebudayaan daerah itu sendiri. Penyatuan dari unsur-unsur budaya daerah tercermin menjadi satu kesatuan budaya nasional yang utuh. Jadi dapat dikatakan, budaya nasional adalah cerminan dari budaya daerah-daerah yang beragam.

b.      Indonesia sangat kaya dengan aneka macam kebudayaan daerah, dari Sabang sampai Merauke. Mulai dari bahasa, pakaian adat, budaya dan tradisi, budaya tari-tarian, aneka seni rupa, dan lain sebagainya. Semua itu terkombinasi menjadi bagian yang sangat unik dari kebudayaan nasional itu sendiri.

c.       Dengan melestarikan budaya daerah pun akan berpengaruh terhadap upaya pemersatu bangsa, disamping setiap masyarakat antar daerah mengenal budaya semua daerah, semua pulau, dan semua bahasa yang ada, maka otomatis seluruh bangsa di tanah air akan ikut saling menjaga dan melestarikannya, disamping itu generasi muda pun perlu dikenalkan dengan budaya nenek moyang dan leluhurnya, agar dapat mengenal silsilah budaya serta asal usulnya.

2.     Kelemahan (Weakness)

Arus globalisasi yang seiring dengan perkembangan teknologi, mengubah wajah dunia hari ini. Sehingga, bukan hanya jarak yang terasa dekat, tapi juga sekat-sekat antar kebudayaan dan peradaban semakin tipis.

Dari perkembangan tersebut, interaksi antar kebudayaan semakin intensif. Namun persoalannya, terjadi hegemoni terhadap satu kebudayaan terhadap kebudayaan lainnya. Dengan demikian, terjadi pengikisan terhadap budaya tradisional (folk culture). Parahnya, masyarakat kita mengalami Culture Shock dimana terjadi kekacauan budaya dari konfrontasi antar budaya. Menurut Samuel P. Huntington dalam bukunya Benturan Antar Peradaban dan Masa Depan Politik Dunia (2005:103) mengatakan:

Ekspansi Barat mampu menawarkan modernisasi dan westernisasi bagi masyarakat-masyarakat non-barat. Tokoh-tokoh politik dan intelektual dari masyarakat tersebut memberikan reaksi terhadap pengaruh barat satu atau lebih cara : menolak modernisasi dan westernisasi, menerima modernisasi dan westernisasi, menerima yang pertama menolak yang kedua.

3

Modernisasi sebagai anak kandung reinasans di Eropa, bukan hanya menawarkan mekanisasi produksi untuk meningkatkan hasil ekonomi. Akan tetapi membawa paradigma mekanistik dalam memandang manusia. Sehingga mengantarkan manusia pada jurang dehumanisasi, dimana akar spiritual dicerabut pada kemanusiaan.
Sementara disisi lain, berdasar logika oposisi biner modern-tradisional, maju-terkebelakang, barat-timur, rasional-irasional dan dikotomi lainnya, budaya barat memposisikan non barat sebagai terkebelakang dan mesti dimodernisasi. Dari pintu inilah, westernisasi membonceng di modernisasi.

Sehubungan dengan dehumanisasi yang diakibatkan oleh modernisasi dan westernisasi, Maurice Borrmans dalam sumbangan tulisannya pada buku Dialektika Peradaban (2002:108) berkomentar:

Dengan penyalahgunaan rasionalisme dan sekularismenya, Barat cenderung melakukan perbaikan kondisi kemanusiaan, kosong dari ajaran spiritual. Manusia dikorban di altar laba.

Sehubungan dengan hal ini, kita dapat menarik pendapat sementara bahwa, kebudayaan yang tidak berakar pada konsepsi makro kosmos dan keseimbangan semesta maka akan mengalami dehumanisasi dan mengantarkan manusia pada jurang kehancuran. Dalam buku Dasar-Dasar Komunikasi Antar Budaya (2003:137), Alo Liliweri mengatakan:

…setiap kebudayaan harus memiliki nilai-nilai dasar yang merupakan pandangan hidup dan sistem kepercayaan dimana semua pengikutnya berkiblat. Nilai dasar itu membuat para pengikutnya melihat diri mereka ke dalam, dan mengatur bagaimana caranya mereka keluar. Nilai dasar itu merupakan filosofi hidup yang mengantar anggotanya ke mana dia harus pergi…

Dalam Lontara’na Marioriwawo dari Pattoriolong Hingga Pangaderreng (2003:7), M. Rafiuddin menegaskan:

“…Sangatlah disayangkan bila nilai-nilai budaya kita yang begitu tinggi harus hilang begitu saja, oleh kita sendiri, hanya karena kurangnya kepedulian masyarakat untuk mempelajari dan memahami secara benar sesuai apa yang diwariskan leluhur kita…”

Sekaitan dengan identitas masyarakat dengan sejarah, A.S. Kambie dalam Akar Kenabian Sawerigading (2003:35), mencoba menggunakan pisau analisis Nietszche tentang sejarah

…lewat sejarah artikularian, orang dapat menemukan kesinambungan hidupnya masa kini dengan kehidupan para pendahulunya….

Dengan demikian sejarah artikularian ini mempunyai fungsi untuk menciptakan identitas, kemana masa depan harus diarahkan. Jika dikaitkan dengan pendidikan, menjadi penting nilai-nilai luhur kebudayaan ditransformasikan kepada generasi muda melalui jalur formal. Menurut Prof Mattulada dalam Latoa (1995:456):

Manusia menjadi penentu atas hidup kebudayaannya.

4

Berdasar hal demikian, menjadi penting adanya usaha revitalisasi kebudayaan bangsa melalui jalur pendidikan formal selain usaha-usaha lainnya. Jika bukan manusia masyarakat sendiri yang menjaga warisannya, maka tidak ada lagi nilai-nilai luhur yang menjadi identitas dan kepribadian.

  1. 3.     Peluang(Opportunity)

Dalam menjaga dan mempertahankan kebudayaan Bangsa Indonesia seluruh rakyat Indonesia harus memiliki peran, baik dari pemerintah maupun masyarakat sendiri. Berikut ini sikap dan Tindakan yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kebudayaan Indonesia agar tidak diklaim oleh negara lain ;

  1. Peran dari Pemerintah :
  2. Pemerintah harus lebih memperkenalkan dan mempromosikan kebudayaan-kebudayaan bangsa Indonesia ke negara–negara lain lewat iklan di media televisi atau media cetak.
  3. Membuat acara pergelaran kebudayaan Indonesia di negara sendiri maupun di negara lain.
  4. Memberikan hak paten terhadap setiap kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia, seperti tari-tarian, produk dalam negeri, lagu kebangsaan ataupun lagu daerah,  dan barang-barang sejarah bangsa Indonesia.
  5. Menjaga dan mempertahankan kesatuan Negara Indonesia, dengan memberikan keamanan dan  penjagaan di suatu daerah/pulau, terutama di daerah atau pulau-pulau terpencil yang masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah agar tidak terjadi perampasan daerah/pulau oleh negara lain.
  6. Memperkenalkan dan mempromosikan tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia.
  7. Menjalin kerja sama atau hubungan baik dengan negara lain di seluruh bidang, baik di bidang pariwisata, bidang politik, bidang pengetahuan dll.
  8. Membuat pameran-pameran khusus untuk produk-produk dalam negeri saja.
  9. Pemerintah daerah  harus lebih mengembangkan dan memajukan  daerah-daerah terpencil  di seluruh bidang terutama di bidang ekonomi, pendidikan dan Teknologi agar tidak tertinggal oleh daerah/kota besar lainnya yang ada di Indonesia.
  10. Peran dari Masyarakat :
  11. Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan bangsa Indonesia.
  12. Mencintai dan menggunakan produk dalam negeri sendiri, bukan produk luar negeri.
  13. Mempelajari dan mengenal berbagai macam kebudayaan yang ada di Indonesia agar timbul di dalam diri seseorang untuk menjaga kebudayaan Indonesia dari pengaruh kebudayaan luar yang negatif.
  14. Saling menghormati dan menghargai antara sesama masyarakat walaupun berbeda agama dan suku bangsa.
  15. Tidak mudah terpengaruh oleh kebudayaan luar yang negatif, seperti etika berpakaian yang kurang baik, etika dalam bergaul, sopan santun dalam berbicara serta bertingkah laku yang kurang baik dll.

5

  1. Masyarakat harus dapat Bangga kepada Negeri sendiri dengan cara berlibur ataupun saat ingin mengambil pendidikan tinggi di dalam negeri saja.
  2. Bersama-sama pemerintah mengembangkan dan memajukan kebudayaan-kebudayaan di setiap daerah terutama di daerah-daerh terpencil yang masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah ataupun masyarakat di kota-kota maju.

Jadi, kebudayaan tidak hanya mencakup di bidang seni saja, tetapi sebenarnya kebudayaan hampir mencakup di seluruh bidang, baik dari bidang pengetahuan, bidang pariwisata, bidang sosial (hubungan masyarakat), religi (kepercayaan) dan norma/etika perilaku manusia, oleh karena itu masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia agar kebudayaan kita tidak dikalim/dirampas oleh bangsa lain.

  1. 4.     Tantangan/Hambatan(Treats)

a.       Indonesia dengan letak geografis sebagai negara kepulauan memiliki aneka ragam adat dan budaya daerah yang tersebar merata di seluruh tanah air. Bentuk geografis kepulauan ini di satu sisi juga perlu diwaspadai oleh para generasi muda akan pelestarian aneka ragam budayanya. Bukan hal baru lagi bahwa telah sangat banyak budaya-budaya yang kita miliki perlahan-lahan diakui secara sepihak oleh negara tetangga. Dan kita sebagai rakyat Indonesia yang terkenal dengan sikap ramah tamah dan sopan santun, ternyata hanya bisa mengelus dada. Lagi-lagi kita tak dapat berkutik. Bahkan ketika pulau kita akhirnya jatuh ke negara tetangga, kita pun tak dapat berbuat banyak.

b.      Penyakit masyarakat kita terkadang tidak bangga dengan produk dan budaya sendiri. Kita lebih bangga dengan budaya-budaya impor yang sebenarnya tidak sesuai dengan budaya kita sebagai orang Timur. Anak-anak kita bahkan terkadang tidak lagi mengenal aneka ragam budayanya.

c.       Budaya daerah banyak yang hilang dikikis zaman oleh sebab kita sendiri yang tidak mau mempelajari dan melestarikannya. Alhasil kita baru bersuara ketika negara lain sukses dan terkenal dengan budaya yang mereka curi secara diam-diam dari kita.

d.      Anak-anak kecil zaman sekarang saat ditanya soal mainan, tentu mereka lebih memilih dunia playstation dari pada mainan tradisional.

e.       Pelestarian adalah Upaya untuk menjaga keaslian budaya agar tidak terkikis oleh budaya asing. Faktor Eksternal yang mempengaruhi lunturnya kebudayaan indonesia adalah generasi muda lebih bangga terhadap budaya asing yang lebih mengarah pada kebebasan. Sedangkan Faktor Internal adalah Masyarakat tidak mengajarkan pada generasi mereka. Sehingga generasi muda tidak peduli dengan eksistensi budayanya sendiri, sebagai contoh generasi muda mungkin tidak mengetahui lagu-lagu dan tarian dari daerah mereka sendiri tetapi mereka bisa dengan mudahnya menarikan dance modern atau balet dan menyanyikan lagu-lagu anak sekarang (pop,rock).

 

 

 

6

BAB III

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

 

  1. 1.     Kesimpulan
  2. Orang-orang Indonesia sekarang ini sudah semakin melupakan budaya mereka. Banyak budaya yang sudah tidak terlalu dipedulikan dan sampai akhirnya banyak budaya Indonesia yang diambil negara lain. Banyak budaya-budaya Indonesia telah diklaim sebagai milik negara tetangga Indonesia, yaitu Malaysia. Malaysia sudah dengan gampang mengklaim banyak budaya asli Indonesia, seperti batik, tari pendet, reok ponorogo, dan lainnya. Hal ini membuktikan bahwa kurangnya pertahanan Indonesia terhadap budayanya sendiri dan kecendurngan masyarakat yang lebih memilih budaya luar daripada budaya asli Indonesia padahal budaya itu sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Kita tidak dapat hanya menyalahkan perkembangan era globalisasi tentang meredupnya kebudayaan,karena bagaimanapun semua kembali pada individu masing-masing. Sebagai generasi muda kita harus berperan penting dalam mengembangkan dan melestarikan budaya
  3. Pelestarian Budaya dapat dilakukan dengan cara terjun langsung ke dalam sebuah pengalaman kultural. Contohnya : Jika kebudayaan tersebut berbentuk Tarian, maka seharusnya kita bisa belajar dan berlatih dalam menguasai Tarian tersebut. Dengan begitu Budaya kita akan tetap terjaga kelestariannya. Dan begitu pula dengan Budaya-budaya kita yang lainnya.
  4. Peletarian Budaya dapat dilakukan dengan dengan cara membuat suatu pusat informasi mengenai kebudayaan yang dapat difungsionalisasi kedalam banyak bentuk. Tujuannya adalah untuk edukasi ataupun untuk kepentingan pengembangan kebudayaan itu sendiri dan potensi kepariwisataan dalam suatu daerah. Dengan demikian para Generasi Muda dapat mengetahui tentang kebudayaanya sendiri.
    Selain dilestarikan dalam dua bentuk diatas, kita juga dapat melestarikan kebudayaan dengan cara mengenal budaya itu sendiri. Dengan hal ini setidaknya kita dapat mengantisipasi pencurian kebudayaan yang dilakukan oleh negara-negara lain.
    Peran Pemerintah juga cukup strategis dalam upaya pelestarian kebudayaan daerah ditanah air. Pemerintah harus mengimplementasikan kebijakan-kebijakan yang mengarah pada upaya pelestarian kebudayaan nasional. Salah satu kebijakan pemerintah yang pantas didukung adalah penampilan kebudayaan-kebudayaan daerah disetiap event-event akbar nasional. Misalnya : Tari-tarian, lagu daerah, dan sebagainya. Semua itu harus dilakukan sebagai upaya pengenalan kepada Generasi Muda, bahwa budaya yang ditampilkan itu adalah warisan dari leluhurnya. Bukan berasal dari negara tetangga.

 

7

Demikian juga upaya-upaya melalui jalur formal pendidikan. Masyarakat harus memahami dan mengetahui berbagai kebudayaan yang kita miliki. Pemerintah juga dapat lebih memusatkan perhatian pada pendidikan muatan lokal kebudayaan daerah. Oleh sebab itu, kita sebagai Generasi Muda Indonesia wajib untuk menjaga dan melestraikan kebudayaan kita ini. Tunjukanlah bahwa kita ini merupakan Generasi Muda yang peduli dan cinta akan kebudayaan sendiri.

 

  1. 2.     Rekomendasi
  2. Pada umunya upaya pelestarian budaya sangat banyak, menurut saya, kita sebagai warga negara indonesia yang baik dan mencintai negara kita seharusnya kita menjaga dan melestarikan kebudayaan negara kita agar tidak punah seiring dengan berjalannya waktu yang semakin meningkatnya dunia modern. Budaya Indonesia adalah ciri kas indonesia dengan berbagai keanekaragaman adat-istiadat yang ada di indonesia, seperti tari-tarian, makanan, baju daerah dan masih banyak lagi. Kita harus bangga dengan ini karena semua itu adalah kekayaan negara kita yang tidak dimiliki oleh negara lain. Walaupun setiap daerah diindonesia berbeda-beda suku dan adat daerah yang dimiliki tapi itu semua adalah suatu kebudayaan indonesia.
  3. Sebagai generasi muda kita seharusnya wajib melestarikan budaya khususnya budaya jaman dahulu karena generasi muda merupakan sosok yang diberi tanggung jawab untuk melanjutkan budya suatu bangsa.seandainya pemuda peduli dan gigih untuk melestarikan kebudayaan jaman dahulu mungkin kebudayan kita akan menjadi suatu hal yang menarik untuk di tonjolkan kepada masyarakat negara-negara lain. Mempertahankannilai budaya salah satunya dengan mengembangkan seni budaya itu sendiri, dengan cara mengangkat lagi lagu-lagu daerah, tarian-tarian daerah ataupun budaya-budaya yang mungkin belum kita ketahui secara menyeluruh. Sebagai generasi muda seharusnya kita bangga dengan keanekaragaman budaya kita yang belum tentu negara lain mempunyainya dengan cara itu mungkin kebudayaan kita tidak akan luntur dan akan terus berkembang.
  4. Menurut saya usaha pelestarian budaya sangat penting karena itu salah satu aset budaya bangsa yang harus tetap kita jaga. Terutama pada zaman sekarang, nilai budaya kita kurang begitu di perhatikan khususnya para generasi penerus kita. Sebaiknya dalam media pembelajaran harus di siapkan unsur-unsur budaya dalam materi sehingga nilai budaya tersebut tidak akan mudah hilang dan dapat di teruskan oleh generasi muda kita. Banyak yang bisa kita lakukan untuk melestarikan kebudayaan kita, antara lain di mulai dari diri kita sendiri yaitu memperkenalkan batik sebagai warisan budaya kita dengan kita memakai batik berarti kita telah melestarikan budaya bangsa sekaligus memperkenalkan kepada khalayak banyak tentang keaneka ragaman budaya kita.

 

 

8

Referensi

http://deeanastasia.blogspot.com/2011/04/upaya-pelestarian-budaya-indoensia.html

http://media.kompasiana.com/new-media/2011/10/28/melestarikan-budaya-daerah-memperkuat-persatuan-bangsa/

http://www.isomwebs.com/2011/melestarikan-kebudayaan-daerah-di-indonesia/

http://zeculture.blogspot.com/2010/03/peran-pemerintah-dan-masyarakat-dalam.html

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s