makalah Ilmu Budaya Dasar 2

 

Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar

Dosen : Muhammad Burhan Amin

Topik Makalah

KELUARGA ADALAH MINIATUR PERILAKU

BUDAYA

Kelas : 1-ID08

Tanggal Penyerahan Makalah : 19 0ktober 2012

Tanggal Upload Makalah : 19 Oktober 2012

P E R N Y A T A A N

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

P e n y u s u n

 

NPM

Nama lengkap

Tanda tangan

38412352

 

Dadang Pujo Prastyawan

 

 

 

 

Program Sarjana Teknik Industri

UNIVERSITAS GUNADARMA

 

ii

KATA PENGANTAR 

           Alhamdulillah segala puji hanyalah milik Allah SWT. Tuhan semesta alam atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga bisa menyelesaikan makalah ini dengan baik. Salawat serta salam kita panjatkan pada junjungan kita nabi Muhammad SWT.

 

Makalah ini membahas tentang “KELUARGA ADALAH MINIATUR PERILAKU BUDAYAyang berkaitan dengan mata kuliah ILMU BUDAYA DASAR. Makalah ini dapat sebagai rujukan untuk menambah pengetahuan mengenai cara interaksi individu dengan masyarakat sehingga memperkokoh pertahanan jiwa saling menyatu dan kompak. Sebagai mahasiswa kita sebaiknya banyak mengetahui segala aspek bagaimana berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Tentunya untuk memotivasi kita agar terus berprilaku baik ,santun dan dengan penuh kreativitas. Sebagai mahasiswa baru, kita sama-sama belajar dan menggali Ilmu Budaya Dasar  yang dimana banyak manfaat yang kita dapat.

Dalam pembuatan makalah  ini selaku saya masih dalam pembelajaran maka  hasilnya  jauh dari sempurna,karena kesempurnaan  hanyalah milik  Allah SWT. Untuk  peningkatan dan kreatifitas dalam  pembuatan makalah saya  menerima saran dan  kritik  yang bersifat  membangun ilmu baru.

 

 

 

 

 

 

Bekasi 19 Oktober 2012

                                                                                                                           Penyusun

 

 

 iii

 Daftar Isi

 

 

 

COVER…………….…………………………………………………………………………..i

PERNYATAAN………………………………………………………………………………………..ii

KATA PENGANTA..………………………………………………..……………………..iii

DAFTAR ISI……………..………………………..……………………………………iv

 

BAB 1 : PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  1

  1.  LATAR BELAKANG. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . .  1
  2. TUJUAN………………………………………………………………..2
  3. SASARAN ……………………………………………………………..2

BAB 2 : PERMASALAHAN ……………………………………………3

1.  KEKUATAN(Strength)  ……………………………………………………….3

2.  KELEMAHAN (Weakness) ………………………………………………………3

3.  PELUANG (Opportunity) ………………………………………………………..4

4.  TANTANGAN DAN HAMBATAN(Threats) ……………………………………………4

BAB 3 : KESIMPULAN DAN REKOMENDASI…………………………….5

1.      KESIMPULAN………………………………………………………….5

2.      REKOMENDASI………………………………………………………..5

3.      REFERENSI…………………………………………………………….5

 

iv

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

  1. A.   Latar Belakang

Keluarga merupakan suatu sistem sosial terkecil yang terdapat dalam masyarakat. Sebagai lembaga sosial terkecil, keluarga merupakan miniatur masyarakat yang kompleks, karena dimulai dari keluarga seorang anak mengalami proses  sosialisasi. Dalam keluarga, seorang anak belajar bersosialisasi, memahami, menghayati, dan merasakan segala aspek kehidupan yang tercermin dalam kebudayaan. Hal tersebut dapat dijadikan sebagai kerangka acuan di setiap tindakannya dalam menjalani kehidupan.

Perkembangan karakter seorang anak dipengaruhi oleh perlakuan keluarga terhadapnya. Karakter seseorang terbentuk sejak dini, dalam hal ini peran keluarga tentu sangat berpengaruh. “Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil dalam masyarakat. Bagi setiap orang keluarga (suami, istri, dan anak-anak) mempunyai proses sosialisasinya untuk dapat memahami, menghayati budaya yang berlaku dalam masyarakatnya.” (Mudjijono, et al., 1995).

Pendidikan dalam keluarga sangatlah penting dan merupakan pilar pokok pembangunan karakter seorang anak. Pendidikan dasar wajib dimiliki tidak hanya oleh masyarakat kota, tetapi juga masyarakat pedesaan. Seseorang yang memiliki tingkat pendidikan tinggi cenderung lebih dihormati karena dianggap berada strata sosial yang tinggi. Kualitas seseorang dilihat dari bagaimana dia dapat menempatkan dirinya dalam berbagai situasi.

“Manusia Indonesia yang berkualitas hanya akan lahir dari remaja yang berkualitas, remaja yang berkualitas hanya akan tumbuh dari anak yang berkualitas.” (TOR dalam Mudjijono,et al., 1995). Keluarga sebagai lembaga sosial terkecil memiliki peran penting dalam hal pembentukan karakter individu. Keluarga menjadi begitu penting karena melalui keluarga inilah kehidupan seseorang terbentuk.

Seiring dengan perkembangan zaman, pendidikan moral dalam keluarga mulai luntur. Arus globalisasi menyerang di segala aspek kehidupan bermasyarakat, tidak hanya masyarakat kota tetapi juga masyarakat pedesaan. Dengan demikian, tidak dapat dipungkiri bahwa peran kelurga sangat besar sebagai penentu terbentuknya moral manusia-manusia yang dilahirkan.

 

 

1

 

  1. B.   Tujuan Penulisan Makalah
  2. Menjelaskan peran keluarga sebagai miniatur perilaku budaya.
  3. Menjelaskan pengaruh perlakuan keluarga terhadap karakter seseorang dalam budaya yang berlaku di masyarakat.
  4. Untuk mengetahui pentingnya peran keluarga sebagai pembentuk karakter anak dalam aspek kehidupan yang tercermin dalam kebudayaan.
  5. Sebagai tugas ilmu budaya dasar.
  6. C.   Sasaran

1.      Media informasi bagi pembaca agar dapat membuka cakrawala mengenai pentingnya komunikasi yang baik dalam keluarga sebagai miniatur budaya.

2.      Sarana pembelajaran mengenai hubungan antara pendidikan dalam keluarga terhadap perkembangan karakter anak dalam budaya yang berlaku di masyarakat.

3.      Setiap keluarga aktif dalam membentuk karakter anak dalam aspek kehidupan yang tercermin dalam kebudayaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

BAB II

PERMASALAHAN

 

            Analisis permasalahan keluarga adalah miniatur perilaku budaya  dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek:

1.     Kekuatan (Strenght)

A.    Keluarga memiliki peranan utama didalam mengasuh anak, di segala norma dan etika yang berlaku didalam lingkungan masyarakat, dan budayanya dapat diteruskan dari orang tua kepada anaknya dari generasi-generasi yang disesuaikan dengan perkembangan masyarakat.

B.     Keluarga memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan moral dalam keluarga perlu ditanamkan sejak dini pada setiap individu. Walau bagaimana pun, selain tingkat pendidikan, moral individu juga menjadi tolak ukur berhasil tidaknya suatu pembangunan.

C.     Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memegang peranan penting serta sangat mempengaruhi perkembangan sikap dan intelektualitas generasi muda sebagai penerus bangsa. Keluarga, kembali mengmbil peranan penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

D.    Berbagai aspek pembangunan suatu bangsa, tidak dapat lepas dari berbagai aspek yang saling mendukung, salah satunya sumber daya manusia. Terlihat pada garis-garis besar haluan negara bahwa penduduk merupakan sumber daya manusia yang potensial dan produktif bagi pembangunan nasional. Hal ini pun tidak dapat terlepas dari peran serta keluarga sebagai pembentuk karakter dan  moral individu sehingga menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

  1. 2.     Kelemahan(Weakness)
  2. Keluarga yang terlalu mengekang dan mendekte anak tentang budaya di masyarakat membuat anak memberontak dan cenderung membangkang.
  3. Arus globalisasi yang menyerang di segala aspek kehidupan bermasyarakat,baik masyarakat kota maupun masyarakat pedesaan menyebabkan pendidikan moral dalam kelurga mulai luntur.
  4. Perkembangan IPTEK tanpa kontrol dari keluarga menyebabkan terjadinya perilaku menyimpang pada generasi muda.
  5. Kurangnya perhatian keluarga dalam pembentukan karakter dan moral anak menyebabkan anak mempunyai perilaku menyimpang.

 

 

3

  1. 3.     Peluang(Opportunity)
  2. Melakukan komunikasi dua arah dalam suatu keluarga.
  3. Setiap anggota keluarga mempunyai hak untuk menyampaikan pendapatnya dan anggota keluarga yang lain wajib mendengarkan dan menghargai.
  4. Pendidikan budaya dalam keluarga yang disesuaikan dengan perkembangan jaman dan tidak meninggalkan budaya sendiri membuat anak mau belajar.
  5. Seorang anak di berikan kebebasan untuk berkembang dalam mempelajari kebudayaan yang berkembang dengan kemajuan IPTEK tapi masih dalam batas kontrol keluarga.
  6. Hubungan yang luwes antar anggota keluarga tapi masih dalam batas dan saling menghormati.
  7. Kebudayaan yang berupa moral dan karakter di sesuaikan dengan perkembangan IPTEK di mana kebudayaan ini masih dalam batas kebudayaan dalam masyarakat.
  8. 4.     Tantangan/Hambatan(Treats)
  9. Setiap anggota keluarga mempunyai kesibukan masing-masing sehingga jarang ada waktu untuk kumpul keluarga.
  10. Banyaknya orang tua yang masih berpikiran tidak modern(kolot) dimana anak harus mengikuti semua perkataan orang tua.
  11. Perkembangan IPTEK yang semakin maju tidak dibarengi dengan perkembangan pola pikir orang tua.
  12. Sumber daya manusia yang semakin banyak tidak diiringi dengan kualitas sumber daya manusia itu sendiri.
  13. Kebudayan yang berkembang berbeda jauh dengan kebudayaan timur yang dianut masyarakat.
  14. Orang tua yang masih memegang teguh tradisi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

BAB III

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

 

  1. 1.     Kesimpulan
  2. Keluarga merupakan suatu sistem terkecil yang terdapat di dalam masyarakat tapi perannya dalam pembentukan budaya pada anak dalam hal pembentukan karakter dan moral sangat besar sehingga bisa dilakukan langkah-langkah pembinaan kepada orang tua.
  3. Perbedaan jauh antara perkembangan IPTEK dan tradisi budaya yang di wariskan nenek moyang  digunakan sebagai alat untuk membentuk perilaku budaya dalam keluarga.
  4. 2.     Rekomendasi
  5. Keluarga sebagai miniatur perilaku budaya, mamapu mengarahkan anak kepada budaya yang bersifat positif.
  6. Keluarga dimana orang tua yang bertanggung jawab, memiliki pemikiran terbuka terhadap perkembangan zaman dan teknologi saat ini sehingga mampu mengarahkan anak yang berpikir kritis ke arah yang positif.
  7. Membiarkan anak berkembang sesuai dengan perkembangan zaman tetapi masih dalam pengawasan keluarga.

 

Referensi

http://monica.com/

http://nellysyanara.wordpress.com/

 

5

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s