Tugas 2 Proposal Usaha Mk Etika Profesi

SAUDARA TEKNIK

Jl. Raya Setu

Sekreatriat : Raya Setu no 63 Cikarang Jawa Barat

 

Nomor             : 01/TEBE/SAUDARA TEKNIK./I/2016          Bekasi, 20 April 2016

Lampiran         : 1 (satu) bendel

Hal                  : Pengajuan Kerja Sama Usaha

 

Kepada Yth.

Bapak Hartono

Di Bekasi

 

Dengan hormat,

Menindak lanjuti terhadap rencana pembangunan bisnis kami yang bergerak di bidang kontuksi baja dan las. Kami, selaku pemilik usaha kontruksi dan las SAUDARA TEKNIK hendak mendirikan usaha kami dalam mengolah besi menjadi alat konsumtif bagi masyarakat. Bengkel las dan kontruksi akan didirikan dilakokasi jalan Raya Setu Cikarang Jawa Barat, berencana membangun menambah beberapa mesin dan alat bantu  untuk membantu dalam pengerjaan alat yang konsumtif bagi konsumen. Inisiatif kami membutuhkan bantuan dalam bentuk kerjasama investasi modal yang akan kami gunakan untuk menambah beberapa keperluan dalam rancana pengembangan kami. Adapun system dan biaya yang kami butuhkan terlampir kami sampaikan.

Demikian surat pengajuan kerja sama ini kami sampaikan. Terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

Direktur SAUDARA TEKNIK

 

Dadang Pujo Prastyawan, ST

 

DAFTAR ISI

 

 

DAFTAR ISI. 2

BAB 1 PENDAHULUAN.. 3

  1. Latar Belakang. 3

BAB II PROFIL PERUSAHAAN.. 5

2.1     Profil Badan Usaha. 5

2.2      Stuktur Organisasi 6

2.3      Produk. 7

2.4      Target Pasar 7

2.5      Promosi Pemasaran. 8

BAB III RENCANA KERJASAMA.. 8

3.1      Bentuk Kerjasama. 8

BAB IV ANALISA KEUANGAN.. 9

4.1      Anggaran Dana. 9

4.2      Perhitungan Laba Rugi 10

4.3      Perhitungan kembali modal 11

4.4      Analisis / Prediksi Keuangan. 12

BAB V PENUTUP. 12

 

 

 

 

BAB 1

PENDAHULUAN

 

 

  1.   Latar Belakang

Sebagai negara yang berkembang dan semakin banyak penduduk yang menempati suatu wilayah maka diperlukannya sebuah rumah huni. Rumah huni memiliki keanekaragaman sesuai dengan selera masing-masing orang yang menempati. Kemudahan alat pun sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhahan masyarakat yang berkembang. Adanya masyarakat berkembang tersebut merupakan peluang bisnis untuk penciptaan alat-alat inovatif.

Dibidang rumah huni usaha ini sangat berperan penting dalam merenovasi rumah misalkan bisa disediakannya pagar, tangga, kanopi, tempat tampungan  air dan pengaman jendela. Disamping rumah huni ada sebagian alat sederhana yang bisa dibuat dari bahan besi misalkkan pengilingan padi, penggilingan jagung, pelembut jagung dan pengaduk pakan ayam.

Harapan dari kami adalah mendapatkan kerja sama investasi terhadap SAUDARA TEKNIK dari bapak Hartono. Investasi akan dilaporkan sedemikian rinci sehingga pihak investor mengetahui uang yang mengalir pada perusahaan SAUDARA TEKNIK.

Selanjutnya adalah visi dan misi dari SAUDARA TEKNIK. Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang, sedangkan misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan visi. Visi dan misi yang terdapat pada SAUDARA TEKNIK adalah sebagai berikut:

 

 

  • Visi :
    – Menjadi bengkel las dan kontruksi yang mampu bersaing didalam pasar.

– Menjadi bengkel las yang inovatif dan mngetahui kebutuhan konsumen.

     Misi

– Membentuk usaha pengelasan dan kontruksi yang handal.
– Menciptakan lapangan pekerjaan dengan mencetak tenaga ahli.
– Mengikuti tren dan model yang sedang laris dipasar.

 

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

 

 

2.1     Profil Badan Usaha

Profil badan usaha meliputi diskripsi umum usaha, nama usaha dan tempat usaha. Diskripsi, nama usaha dan tempat dapat dilihat pada penjelasan dibawah ini.

Usaha dibidang kontruksi dan pengelasan merupakan salah satu peluang berbisnis yang sangat berpotensi menghasilkan pendapatan. Perubahan yang dilakukan adalah besi yang semula berbentuk batangan dan berbentuk plat dibentuk sehingga membentuk serangkaian kebutuhan yang diminati oleh konsumen. Usaha besi yang diolah memiliki potensi keuntungan yang lebih besar karena dari sifat pengolahan besi yang tahan lama tidak seperti usaha di bidang kuliner.

Pemilihan nama yang digunakan pada perusahaan ini adalah “Saudara Teknik” dan berbadan hukum perseroan terbatas atau PT. Nama tesebut bermakasud agar pembeli maupun pasar terhadap usaha ini memiliki hubungan seperti saudara sehingga memiliki tempat dihati pasar atau pelanggan.

Tempat usaha bertempat di jalan Raya Setu No 63 Cikarang Jawa Barat. Tempat yang tersedia merupakan tempat yang strategis dikarenakan berada pada jalur utama antara bekasi dengan bogor dismping itu banyak perumahan siap huni yang didirikan. Ditunjang lagi dengan banyaknya lahan kosong didaerah jalan Raya Setu sehingga kemungkinan adanya dibukanya perumahan baru ada dan itu merupakan peluang bisnis untuk SAUDARA TEKNIK.

 

2.2       Stuktur Organisasi

Struktur organisasi pada SAUDARA TEKNIK terdiri dari direktur, manajer, dan staf-staf yang bekerja di dalamnya. Berikut struktur organisasi dari SAUDARA TEKNIK.

Struktur organisai pada PT. SAUDARA TEKNIK adalah struktur organisasi fungsional. Direktur bertanggung jawab secara menyeluruh terhadap kegiatan yang ada dalam perusahaan. Manager HRD bertugas langsung terhadap perekrutan serta hal-hal yang berhubungan dengan karyawan perusahaan. Manager engineering bertugas untuk mengontrol dan mengawasi masalah yang berhubungan dengan alat-alat maupun mesin pada perusahaan. Manager produksi bertugas mengawasi proses produksi dari mulai bahan baku masuk ke departemen produksi hingga produk jadi keluar dari departemen produksi. Manager pemasaran bertugas untuk mengawasi administrasi serta hal-hal yang berkaitan dengan pembelian atau penjualan barang. Staf PPIC bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah  perencanaan, pengendalian serta persediaan bahan baku dan barang jadi.  Staf kualitas bertugas menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan kualitas dari produk yang dihasilkan sebelum produk didistribusikan. Staf purchasing bertugas untuk mengurus masalah jual beli barang yang diperlukan dalam perusahaan. Staf finansial bertugas untuk menangani masalah administrasi serta keuangan dalam perusahaan.

 

2.3       Produk

          Jenis produk yang dihasilkan adalah pagar rumah, tangga, kanopi, tempat tampungan air dan pengaman jendela. Proses pengerjaan dilakukan sesuai dengan aliran proses kerja, dimulai dari memotong besi sesuai ukuran yang dibutuhkan. Menekuk atau memberi model pada besi kemudian disambung menggunakan las dan tahap terakhir adalah pengecatan. Keunggulan produk dari perusahaan ini adalah dapat disesuaikannya kebutuhan konsumen dengan spesifikasi material yang mendukung.

 

2.4       Target Pasar

          Tatget pasar yang ingin dicapai oleh perusahaan adalah pembangunan perumahan yang berada di daerah kota bekasi, setu dan cikarang. Pembangunan rumah yang dimaksud dengan semua golongan bawah, menengah, dan keatas. Berbeda produk, untuk alat-alat yang dibuat dan siap di konsumsi ditujukan untuk semua konsumen yang berminat disemua wilayah.

 

2.5       Promosi Pemasaran

          Promosi pemasaran dilakukan dengan membagikan brosur untuk diwilayah perumahan dan usaha peternakan ayam maupun persawahan. Membuat papan iklan didepan perusahaan sehingga orang yang melewati perusahaan akan tau mengenai perusahaan. Membuat blok di websheet mengenai produk-produk yang dibuat untuk di iklankan.

 

 

 

 

BAB III

RANCANGAN KERJASAMA

 

 

  • Bentuk Kerjasama

Mengingat potensial market yang ditawarkan pada proposal ini cukup menarik, kami ingin menawarkan beberapa tawaran kerjasama bagi investor. Adapun bentuk kerjasama-nya antaralain:

Investor Tunggal I ingin meng-investasikan sejumlah dana sesuai dengan seluruh kebutuhan dari usaha ini. Pembagi hasil sejumlah 100% dari omzet per bulan setelah dikurangi biaya operasional termasuk pelaksana usaha ini. Ketentuan ini dapat berubah sewaktu-waktu dan dibicarakan dengan jalan kekeluargaan.
Investor Berbagi atau investor II ingin meng-investasikan sejumlah dana yang merupakan sebagian dari seluruh dana yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini. Bagi hasil yang diterima akan dipersentase-kan dengan investor lain setelah dikurangi biaya operasional termasuk pelaksana usaha ini. Ketentuan ini dapat berubah sewaktu-waktu dan dibicarkan dengan jalan kekeluargaan.Donatur à investasi sosial tanpa mengharapkan bagi hasil Prinsip yang digunakan dalam usaha ini adalah persentase proporsional terhadap dana yang ditanamkan demi keberlangsungan usaha ini. Pelaksana operasional memiliki persentase sejumlah xx % dari omzet bulanan (akan dibahas secara kekeluargaan). Dan akan berubah seiring perkembangan waktu dan kondisi, seperti; terjadi loss/rugi di bulan-bulan awal, terjadi BEP, penambahan biaya operasional,dan lain sebagainya.Perjanjian kerjasama ini bersifat mengikat dan dapat berubah setelah melalui pembicaraan secara kekeluargaan

 

 

 

BAB IV

ANALISA KEUANGAN

 

 

  • Anggaran Dana

Rencana anggaran dana yang akan digunakan lebih kurang sejumlah Rp 286.350.000,- dengan perincian sebagaimana terlampir pada lampiran 1.

RENCANA ANGGARAN BIAYA ( PENGELUARAN)

PEMASUKAN

Pemasukan utama adalah dari investor-investor yang bersedia menanamkan modalnya demi keberlangsungan usaha ini dan menjadikan usaha ini sebagai usaha bersama.
Kebutuhan Perijinan usaha

No Jenis Surat Ijin
1. Ijin Prinsip dan Ijin Tempat Usaha –
2. Surat Ijin Usaha Perdagangan –
3. Tanda Daftar Perusahaan –
4. Nomer Pokok dan Wajib Pajak 02.717.470.5.201.000 –
5. Akte Pendirian Akte Notaris : No 57 Tanggal 23 Agustus 1989 –

  1. Jumlah Biaya Perijinan –

 

 

 

  • Perhitungan Laba Rugi

Dalam menentukan keuntungan atau kerugian, maka dilakukan pencatatan perkiraan laba-rugi dalam 1 Tahun :

  1. Proyeksi Laba-Rugi sebagai usaha utama :

Penjualan                                                                Rp. 1.000.000.000

Biaya Pokok Produksi :

Bahan baku                                         Rp. .200.000.000

Bahan tambah                         Rp.   50.000.000

Peralatan                                  Rp. 286.350.000

Upah tenaga Kerja                  Rp.  200.000.000

Total Biaya Pokok Produksi                              (Rp.  736.350.000)

Laba Kotor                                                               Rp. .263.650.000

Biaya Umum :

Biaya tak terduga                     Rp.    2.000.000

Biaya Sewa Gedung                            Rp.  18.000.000

Biaya listrik                              Rp. 100.000.000

Biaya air                                   Rp.    2.400.000

Biaya Telepon                         Rp     2.400.000

Biaya iklan                              Rp.      700.000

Total Biaya Umum                                             (Rp.  125.500.000)

Laba Sebelum Pajak                                                  Rp. 138.150.000

Pajak ( Laba sebelum pajak – 15%)                            (Rp.  20.722.500)

Laba Bersih                                                                 Rp.             117.427.500

 

  • Perhitungan kembali modal

Investasi                                                                        Rp. 286.350.000

  • Penjualan per bulan (2 per hari)

= 2 x 1.500.000 x 30

Total pemasukan                                                                           Rp. 90.000.000

Pengeluaran 30 hari :

  • Bahan baku 16.600.000
  • Listrik,air dan telepon Rp  666.666
  • Gaji karyawan    6.670.000
  • Sewa Tempat 1.500.000
  • Iklan / spanduk     700.000

Total Pengeluaran                                                              Rp.   42.136.666

Laba bersih per bulan :

  • Pemasukan – Biaya

Rp. 90.000.000 – Rp. 42.136.666

= Rp. 47.863.334

  • Analisis / Prediksi Keuangan

Prediksi keuangan 3 tahun kedepan setelah bekerjasama adalah Rp. 143.590.002 per bulan

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

 

 

Dari penjelasan jenis usaha yang telah kami kembangkan dalam proposal kerjasama ini, kami berharap akan terwujudnya suatu kerjasama yang baik sehingga dapat membuat usaha ini semakin berkembang dan maju serta dapat memberikan kemakmuran untuk karayawan maupun pemilik atau penanam modal itu sendiri.

 

CP

Dadang Pujo Prastyawan

0826 – 76589

 

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tugas 1 MK Etika Profesi

Mata Kuliah

Etika Profesi

(Tugas 1)

 

Disusun Oleh :

 

 

Nama                                 :    Dadang Pujo Prastyawan

Kelas                                 :    4 ID 08

NPM                                  :    38412352

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA

BEKASI

2016

           

Etika didefinisikan sebagai suatu ilmu yang membicarakan masalah perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dapat dinilai baik dan mana yang dapat dinilai tidak baik. Etika tidak membahas keadaan manusia, melainkan membahas bagaimana seharusnya manusia itu berprilaku. Etika juga membantu mencari orientasi , tujuannya membantu kita agar kita tidak hidup dengan cara ikut-ikutan saja terhadap berbagai pihak yang mau menetapkan bagaimana kita harus hidup melainkan agar kita dapat mengerti sendiri mengapa kita harus bersikap begini dan begitu dan kita lebih mampu mempertanggungjawabkan kehidupan kita.

Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani “ETHOS” yang berarti norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini :

  1. O.P. SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
  2. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari seg baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
  3. H. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya.

Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. Etika pada akhirnya membantu kita untuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yang pelru kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.

Ada dua macam etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik dan buruknya prilaku manusia :

  1. Etika deskriptif, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil.
  2. Etika normatif, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.

Etika secara umum dapat dibagi menjadi :

  1. Etika umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat dianalogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.
  2. Etika khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis : cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.

Etika khusus dibagi lagi menjadi dua bagian :

  1. Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
  2. Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

Perlu diperhatikan bahwa etika individual dan etika sosial tidak dapat dipisahkan satu sama lain dengan tajam, karena kewajiban manusia terhadap diri sendiri dan sebagai anggota umat manusia saling berkaitan.

Etika sosial menyangkut hubungan manusia dengan manusia baik secara langsung maupun secara kelembagaan (keluarga, masyarakat, negara), sikap kritis terhadpa pandanganpandangana dunia dan idiologi-idiologi maupun tanggung jawab umat manusia terhadap lingkungan hidup.

Dengan demikian luasnya lingkup dari etika sosial, maka etika sosial ini terbagi atau terpecah menjadi banyak bagian atau bidang. Dan pembahasan bidang yang paling aktual saat ini adalah sebagai berikut :

  1. Sikap terhadap sesama
  2. Etika keluarga
  3. Etika profesi
  4. Etika politik
  5. Etika lingkungan
  6. Etika idiologi

Profesi pada hakekatnya adalah suatu pernyataan atau suatu janji terbuka, bahwa seseorang akan mengabdikan dirinya kepada suatu jabatan atau pekerjaan dalam arti biasa karena orang tersebut merasa terpanggil untuk menjabat pekerjaan tersebut. Suatu profesi bukanlah dimaksud untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri, melainkan untuk pengabdian kepada masyarakat. Ini berarti profesi tidak boleh sampai merugikan, merusak atau menimbulkan malapetaka bagi orang dan masyarakat. Sebaliknya profesi itu harus berusaha menimbulkan kebaikan, keberuntungan dan kesempurnaan serta kesejahteraan bagi masyarakat. Ini berarti seorang penyandang profesi sekretaris harus lebih mengutamakan kepentingan perusahaan untuk meningkatkan produktifitas kerja perusahaan.

Profesi, adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian. Profesional, adalah orang yang mempunyai profesi atau pekerjaan purna waktu dan hidup dari pekerjaan itu dengan mengandalkan suatu keahlian yang tinggi. Atau seorang profesional adalah seseorang yang hidup dengan mempraktekkan suatu keahlian tertentu atau dengan terlibat dalam suatu kegiatan tertentu yang menurut keahlian, sementara orang lain melakukan hal yang sama sebagai sekedar hobi, untuk senang-senang, atau untuk mengisi waktu luang. Yang harus kita ingat dan fahami betul bahwa “pekerjaan / profesi” dan “profesional” terdapat beberapa perbedaan :

Profesi :

– Mengandalkan suatu keterampilan atau keahlian khusus.

– Dilaksanakan sebagai suatu pekerjaan atau kegiatan utama (purna waktu).

– Dilaksanakan sebagai sumber utama nafkah hidup.

– Dilaksanakan dengan keterlibatan pribadi yang mendalam.

Profesional :

– Orang yang tahu akan keahlian dan keterampilannya.

– Meluangkan seluruh waktunya untuk pekerjaan atau kegiatannya itu.

– Hidup dari situ.

– Bangga akan pekerjaannya.

Secara umum ada beberapa ciri atau sifat yang selalu melekat pada profesi, yaitu :

  1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun.
  2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi.
  3. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat.
  4. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi. Setiap profesi akan selalu berkaitan dengan kepentingan masyarakat, dimana nilai-nilai kemanusiaan berupa keselamatan, keamanan, kelangsungan hidup dan sebagainya, maka untuk menjalankan suatu profesi harus terlebih dahulu ada izin khusus.
  5. Kaum profesional biasanya menjadi anggota dari suatu profesi.

Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sangatlah perlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen (klien atau objek). Dengan kata lain orientasi utama profesi adalah untuk kepentingan masyarakat dengan menggunakan keahlian yang dimiliki. Jika tidak disertai suatu kesadaran diri yang tinggi, profesi dapat dengan mudahnya disalahgunakan oleh seseorang seperti pada penyalahgunaan profesi seseorang dibidang computer misalnya pada kasus kejahatan komputer yang berhasil mengcopi program komersial untuk diperjualbelikan lagi tanpa ijin dari hak pencipta atas program yang dikomersilkan itu, sehingga perlu pemahaman atas etika profesi dengan memahami kode etik profesi. Kode etik ibarat kompas yang menunjukkan arah moral bagi suatu profesi. sekaligus sebagai sarana untuk membantu para pelaksanan seseorang sebagai seseorang yang professional supaya tidak dapat merusak etika profesi. Ada tiga hal pokok yang merupakan fungsi kode etik profesi yaitu:

  1. Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Maksudnya bahwa dengan kode etik profesi, pelaksana profesi mampu mengetahui suatu hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.
  2. Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Maksudnya bahwa etika profesi dapat memberikan suatu pengetahuan kepada masyarakat agar juga dapat memahami arti pentingnya suatu profesi, sehingga memungkinkan pengontrolan terhadap para pelaksana dilapangan kerja (kalangan social).
  3. Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Arti tersebut dapat dijelaskan bahwa para pelaksana profesi pada suatu instansi atau perusahaan yang lain tidak boleh mencampuri pelaksanaan profesi dilain instansi atau perusahaan.

Di zaman ekonomi global dengan tingkat teknologi tinggi, para esekutif menjadi tergantung pada dukungan staf-nya untuk mengontrol system yang baru. Sedangkan kondisi dari para pelaku bisnis adalah menghadapi berbagai tantangan dan berada dalam lingkungan yang serba bersaing. Kondisi demikian membuat para pimpinan perusahaan membutuhkan jasa sekretaris yang lebih handal dan professional. Sekretaris merupakan orang yang berperan penting dalam membantu tugas-tugas pimpinan. Seorang sekretaris diharapkan mampu memperlancar tugas pimpinan dengan segala kemampuan dan keterampilan yang dia miliki, tetapi bukan hanya itu saja, seorang sekretaris juga harus memiliki etika sesuai dengan panggilannya sebagai seorang sekretaris.

Dalam konteks professional, menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan etika yang berlaku memang merupakan suatu keharusan, bukan hanya pilihan. Hal ini berlaku seluruh jajaran sumber daya manusia dalam perusahaan, termasuk juga untuk seorang sekretaris. Seorang sekretaris mesti memahami dasar-dasar etika kesekretarisan, yang melandasi profesionalisme seorang sekretaris. Konsistensi dalam mengimplementasi etika dalam menunjang kemantapan karir dan sukses berkesinambungan.

Di dalam sebuah kantor seorang sekretaris akan banyak menghadapi masalah baik dari dirinya maupun orang lain yang sering bertemu di kantor maupun diluar dengan berbagai suku, agama, daerah dan karakter yang berbeda-beda. Untuk itulah sekretaris harus mampu menentukan apa yang harus dia lakukan. Oleh karena itu sebuah profesi hanya dapat memperoleh kepercayaan dari orang lain apabila dalam dirinya ada kesadaran kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa keahlian profesi kepada orang lain atau masyarakat yang memerlukannya. Tanpa etika profesi apa yang semula dikenal sebagai sebuah profesi yang terhormat akan segera jatuh menjadi sebuah pekerjaan yang mencari nafkah biasa yang sedikitpun tidak diwarnai dengan nilai idealisme dan ujung-ujungnya akan berakhir dengan tidak adanya lagi respek maupun kepercayaan yang pantas diberikan kepada profesi tersebut.

Munculnya etika profesi sebenarnya berasal dari adanya penyimpangan perilaku dari penyandang profesi terhadap sistem nilai, norma, aturan ketentuan yang berlaku dalam profesinya. Tidak adanya komitmen pribadi dalam melaksanakan tugas, tidak jujur, tidak bertanggungjawab, tidak berdedikasi, tidak menghargai hak orang lain, tidak adil dan semacamnya.

Menurut Bambang (2007:45) ada tiga alasan mengapa orang memilih tindakan-tindakan tidak etis yaitu:

  1. Orang akan berbuat apa yang paling leluasa bias diperbuatnya.
  2. Orang akan berbuat demi suatu kemenangan.
  3. Orang selalu mencoba merasionalkan pilihan-pilihannya dengan relativisme.

 

 

 

Referensi

 

https://core.ac.uk/download/files/379/11705739.pdf

 

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/39435/4/Chapter%20I.pdf

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tulisan

Mata Kuliah
Kewirausahaan
(Tulisan)

Disusun Oleh :
Nama : Dadang Pujo PRastyawan
Kelas : 4 ID 08
NPM : 38412352

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2016
Tinjauan Pustaka
1. Manajemen Perusahaan Jepang
Nihonteki Keiei atau manajemen gaya Jepang yang dibahas oleh Chen (2004, hal.151) menjelaskan bahwa manajemen gaya Jepang telah menjadi sebuah frase yang populer di Barat. Hal ini mengacu pada apa yang orang lihat sebagai substansial berbeda antara teknik manajemen Jepang dan yang telah banyak dipraktekkan di Barat. Perbedaan yang dimiliki yaitu konsensus kelompok dalam pengambilan keputusan, jaminan karir, bayaran dan sistem promosi yang sangat bergantung pada tingkat senioritas, dan serikat perusahaan. Kemudian, Jepang memfokuskan perluasan aspek QC (Quality Control) untuk kanban. Selama tahun 1980 dan tahun 1990-an, menjadi mode di Barat untuk belajar dari sistem manajemen Jepang ini.
Bagian dari kekaguman Barat berasal dari laju pertumbuhan produktivitas tenaga kerja lebih tinggi di Jepang. Sebagai contoh, dari tahun 1960 sampai tahun 1980, laju pertumbuhan produktivitas tenaga kerja Jepang di bidang manufaktur rata-rata kuat 9,3 persen per tahun sementara Amerika Serikat rata-rata 2,7 persen(Whitehill, 1991, hal.231). Pada 1980-an dan 1990-an, Jepang terus meningkatkan produktivitas untuk tingkat yang lebih tinggi, meskipun AS masih mempertahankan posisi terdepan dalam hal produktivitas dalam industri. Masyarakat Jepang telah berhasil mengubah ekonomi yang dilanda perang ke dalam ekonomi terkuat kedua di dunia dalam tiga dekade.

2. Manajemen Produksi
Pergerakan perusahaan Jepang terlebih lagi pada bidang industri mengembangkan cara untuk memproduksi dengan skala volume yang kecil dengan peralatan yang jauh lebih sedikit. Dengan didasari manajemen Jepang dalam memproduksi sebagai dasar struktur organisasi (Bugar, 2006, hal.203).
Dalam bidang perindustrian guna memajukan dan mengoptimalkan secara efektif dari produksi dibutuhkannya manajemen produksi sebagai fondasi struktur terciptanya produksi tersebut. Menurut Hijikata dan Shiino (2009) menyatakan bahwa manajemen produksi adalah :
生産管理とは、顧客の要求かつ合理的、効率的に生産すするるた製め品にを行要わ求すれるる時管期理にのこタとイをミン言いグまよくす、。(hal.310)
Terjemahan:
Manajemen produksi mengacu kepada manajemen yang bertujuan untuk melakukan produksi secara rasional dan efektif, serta dengan timing yang baik terhadap permintaan barang oleh pelanggan dengan periode permintaannya.
Untuk meningkatkan produktivitas dalam menjalankan manajemen produksi tersebut, Jepang memiliki sebuah konsep perbaikan yang dikenal dengan kaizen.

3. Kaizen
Kaizen (改善) adalah istilah Jepang untuk “perbaikan terus-menerus” (Haghirian, 2010, hal.4). Kaizen adalah sebuah konsep manajemen Jepang yang dipakai oleh masyarakat Jepang. Menurut Imai (1997, hal.1) istilah kaizen mencakup pengertian sebuah perbaikan yang melibatkan semua orang dalam sebuah perusahaan maupun pabrik, baik atasan maupun bawahan.
Menurut Prosic (2011, hal.173-174) di sinilah yang membedakan manajemen Jepang yang mengorientasikan proses sedangkan manajemen Barat berorientasikan hasil. Orientasi proses ini menjadi salah satu komponen kunci dari keunggulan kompetitif industri Jepang di pasar dunia. Untuk mencapai kaizen terdapat sistem utama, hal ini dikemukakan oleh Imai (1997, hal.6-7) bahwa sistem utama kaizen adalah:
a. Total Quality Control / Total Quality Management
b. Sistem Produksi Just-In-Time (JIT)
c. Total Productive Maintenance
d. Penjabaran kebijakan perusahaan
e. Sistem saran
f. Kegiatan kelompok kecil
Dalam sistem utama tersebut terdapat sistem produksi yang bertujuan untuk menghapuskan segala jenis kegiatan yang tidak bernilai tambah sehingga dapat menampung fluktuasi dari permintaan dan juga pesanan dari konsumen yang disebut dengan Sistem Produksi Just-In-Time (JIT).

4. Sistem Produksi Just-In-Time
4.1 Asal Just-In-Time
Sistem just-in-time ini lahir dari buah pemikiran Kiichiro Toyoda. Kiichiro adalah putra dari Sakichi Toyoda, yaitu seorang pemimpin dari perusahaan yang bergerak pada bisnis pemintalan, Toyoda Boshoku. Pada Juli 1921 Sakichi mengirim Kiichiro ke Platt Brothers, pabrikan mesin tekstil dunia untuk menumbuhkan kemampuannya sebagai ahli teknik yang hebat. Di mana pabrikan ini berbasis di Manchester, Lancashire, Amerika Serikat, tempat lahirnya revolusi industri.
Namun di London, ketika Kiichiro tiba di Saint Pancras Station untuk mengikuti pelatihan di Platt, kereta yang akan dinaikinya menuju Manchester ternyata sudah berangkat meninggalkan stasiun. Ketika Ia tertinggal kereta, timbulah sebuah konseptual just-in-time. Ia melihat bahwa kereta berangkat tepat waktu, maka jika terlambat satu detik apalagi satu menit, Anda akan ketinggalan. Tetapi, just-in-time tidak hanya merujuk pada tepat waktu. Ini berarti ‘memasok komponen tepat di saat yang tepat dan dalam jumlah yang tepat.’ (Sato, 2008, hal.50-53)

4.2 Just-In-Time
Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa salah satu sistem utama kaizen adalah just-in-time. Jika terdapat pemborosan dapat menggunakan perbaikan yang dipakai, yaitu menjalankan sistem just-in-time ini. Namun dalam menjalankan sistem just-in-time ini terdapat beberapa syarat yang telah dikemumakan oleh Monden (1995, hal.121) dalam buku edisi ke-duanya, yaitu :
1. Pelancaran atau perataan
Yaitu memperhitungkan volume penjualan harian untuk tiap bulan berdasarkan perkiraan penjualan bulanannya, dan memproduksi volume rerata penjualan harian setiap hari selama sebulan penuh.
2. Ini bukan produksi tanpa sesediaan
Mengapa ini bukan produksi tanpa sediaan adalah agar terciptanya pelancaran distribusi fisik di pabrik karena memiliki penyediaan penyangga.
3. Truk harus bermuatan penuh
4. Harus ada peluang dalam jadwal kedatangan truk ke tujuannya
Sehingga apa yang dimaksud dengan Just-In-Time menurut Imai (1997, hal.xxiv) yang diterjemahkan oleh Kristianto Jahja mengemukakan bahwa :
sistem produksi just-in-time adalah sistem produksi yang dirancang untuk mendapatkan kualitas, biaya, dan waktu penyerahan yang sebaik mungkin, dengan menghapuskan semua jenis pemborosan yang terdapat di dalam proses internal sehingga mampu menyerahkan produk sesuai dengan kehendak konsumen secara tepat waktu.
Dalam memperlancar berjalannya sistem just-in-time ini Taichi Ohno selaku wakil presiden Toyota mendapatkan buah pemikiran yaitu sebuah perbaikan dengan menggunakan kanban sebagai alat dalam mencapai just-in-time tersebut.

5. Kanban
5.1 Asal Muasal Kanban
Pada 1951, Eiji Toyoda memegang kendali Toyota bersama Taichi Ohno. Taichi Ohno menumbuhkan sebuah ide baru dalam sistem just-in-time. Ketika tahun 1952 seorang temannya kembali ke Jepang (dari Amerika) dengan membawa foto-foto dan menunjukkannya pada proyektor. Di antaranya terdapat sejumlah foto pasar swalayan.
Ohno melihat pasar swalayan hanya memiliki satu karyawan di tempat penjualan pintu keluar. Ohno pun tertarik dengan sistem pasar swalayan tersebut, karena customer mendorong sesuatu mirip kereta, menaruh barang belanja ke dalamnya, dan membayarnya di kasir saat akan keluar. Dengan cara ini pasar swalayan dapat tetap berjalan walau hanya satu karyawan.
Cara ini dapat mengurangi jumlah gaji sehingga memungkinkan toko untuk menjual barang dengan harga murah, sehingga dapat memberikan tujangan besar bagi customer. Pada pasar swalayan ini pun customer berbelanja dalam proses hilir. Dan hanya membeli apa yang mereka butuhkan dengan kesesuaian keuangan mereka.
Dengan buah pemikiran seperti itu, Ohno berfikir bahwa pasar swalayan dapat diterapkan pada Just-In-Time. Ditambah pada surat kabar di musim semi 1954, terdapat artikel “pabrikan pesawat Amerika Lockheed Corporation berhemat $ 250.000 dalam satu tahun dengan menerapkan sistem pasar swalayan untuk integrasi komponen di pesawat jet”. Sehingga memperkuat ide Ohno tersebut.
Di tambah lagi pada proses membuat satu mobil di jalur perakitan melibatkan sejumlah komponen yang tepat dan tiba di jalur produksi pada saat yang tepat. Dan Ia berpikir dapat menggunakan satu slip pesanan yang mengindikasikan jumlah yang dibutuhkan tersebut, yang berarti menghubungkan beragam proses. Slip tersebutlah yang dinamakan “kanban”. (Sato, 2008, hal.53-56)

5.2 Arti Kanban
Kanban dalam kamus bahasa Jepang diartikan sebagai papan isyarat. Namun dalam sebuah manajemen Jepang, kanban bukan hanya sebuah papan isyarat. Shibata dan Kaneda (2001) menjelaskan kanban adalah :
「かんばん」とはこの生めの「指示「制御」の産役シ割スをテ果ムたをす「。動かし」「動かし続ける」た
(hal.52)
Terjemahan :
Kanban merupakan petunjuk dan pengontrol yang memiliki peran sebagai “penggerak” dan “penerus gerakan” dalam sistem produksi ini.
Kemudian ditambahkan lagi oleh Monden (2012) :
The kanban system is an information system which harmoniously controls the productions quantities in every process of a factory and also among companies. This is known as just-in-time (JIT) production. (hal.9)
Terjemahan :
Sistem kanban adalah suatu sistem informasi yang secara serasi mengendalikan jumlah produksi dalam setiap proses pabrik dan juga di antara perusahaan-perusahaan. Ini dikenal sebagai produksi just-in-time (JIT).

Referensi : http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2012-2-00692-JP%20Bab2001.pdf
Studi Lapangan di Tempat Kerja Industri
PT Denso Indonesia adalah perusahaan joint venture antara Denso Japan Corporation dan PT Astra International yang memproduksi komponen kendaraan bermotor baik roda dua ataupun roda empat. Lokasi ke 2 untuk perusahaan Denso adalah jl. Kalimantan Blok E 1-2 Kawasan industri MM2100 Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia.
Banyaknya hasil produksi yang dihasilkan oleh perusahaan ini maka dapat diambil salah satu produk untuk proses penggunaan just in time yaitu produk kondensor. Didalam implementasi just in time perusahaan PT Denso indonesia menggunakan kanban. Kanban yang digunakan dibagi menjadi 5 bagian. Ditiap bagian menunjukkan tahapan pada kanban yang dijalankan. 5 macam bagian tersebut yaitu dari kanban proses core assy, kanban part assy, kanban brazing, kanban kondensor assy dan kanban pengepakan.
Kanban pertama kali keluar dari produksi kontrol yang kemudian diambil oleh bagian pengepakan. Bagian pengepakan kemudian menggambil produk dari bagian kondensor assy untuk memenuhi pengiriman barang dari permintan konsumen. Kondensor assy ketika barang produksi di ambil oleh bagian pengepakan maka kanban menjadi ada sehinngga ada perintah produksi. Perintah produksi kemudian bagian kondensor assy mengambil barang dari bagian brazing dan kanban brazing menjadi ada yang kosong sehingga ada perintah untuk mengerjakan barang dibagian brazing. Bagian brazing mengambil barang dari bagian part assy. Pengambilan mengakibatkan kanban dari part assy ada yang kosong kemudian ada perintah untuk proses produksi dengan tipe tersebut. Dialnjutkan dengan dari part assy yang telah menggambil barang dari core assy maka kanban dari core assy ada kekosongan yang memberi perintah produksi dengan tipe yang kanban tersebut.
Sirkulasi kanban di PT. Denso Indonesia bisa dilakukan dengan memikirkan adanya simpanan keamanan dan simpanan di area kerja. Simpanan tersebut ditentukan kuantitinya oleh pihak produksi.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tugas 2 kewirausahaan

Mata Kuliah
Kewirausahaan
(Tugas 2)

Disusun Oleh :

Nama : Dadang Pujo PRastyawan
Kelas : 4 ID 08
NPM : 38412352

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2015
Pengorganisasian adalah suatu proses pembentukan kegunaan yang teratur untuk semua sumber daya dalam sistem manajemen. Penggunaan yang teratur tersebut akan menekankan pada pencapaian tujuan sistem manajeman dan membantu wirausahawan tidak hanya dalam pembuatan tujuan yang nampak tetapi juga didalam menegaskan sumber daya yang akan digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Organisasi kewirausahaan, seperti dalam bab ini menunjuk pada hasil-hasil proses pengorganisasian.
Tujuan organisasi adalah terget kearahmana sistem manajemen terbuka diarahkan. Masukan, proses dan keluaran organisasi semuanya ada untuk mencapai tujuan organisasi. Jika dikembangkan dengan tepat, tujuan organisasi mencerminkan maksud dari organisasi: yaitu tujuan wajar yang mengalir dari maksud organisasi. Jika sebuah organisasi mencapai tujuannya,organisasi tersebut secara serentak mencapai maksudnya dan karenanya membenarkan alasan bagi keberadaannya. Tujuan organisasai bisnis bisa diringkas sebagai berikut:
a. Keuntungan adalah kekuatan motifasi bagi wirausahawan.
b. Pelayanan pada pelanggan dengan penyediaan nilai ekonomis yang dibutuhkan( barang dan jasa) membenarkan keberadaaan dari organisasi bisnis.
c. Tanggung jawab sosial bagi wirausahawan sesuai dengan kode etik dan moral yang dibuat oleh masyarakat dimana industri tersebut bertempat.
Henry fayol telah mengmbangkan enambelas garis pedoman umum yang bisa digunakan ketika mengorganisasi sumberdaya-sumberdaya. Walaupun garis pedoman tersebut dipublikasikan di inggris pada tahun 1949, garis pedoman tersebut saran yang bernilai bagi wirausahawan dewasa ini.
a. Menyiapkan dan melaksanakan rencana operasional secara bijaksana.
b. Mengorganisasi fase kemanusaiaan dan bahan sehingga konsisten dengan tujuan-tujuan, sumberdaya-sumberdaya dan kebutuhan dan persoalan tersebut.
c. Menetapkan wewenang tunggal, kompeten, enerjix, dan menuntun(struktur memnejemen formal).
d. Mengkoordinasi semua aktivitas-aktivitas dan usaha-usaha.
e. Merumuskan keputusan yang jelas, berbeda, dan tepat.
f. Menyusun bagi seleksi yang efisien sehingga tiap-tiap departemen dipimpin oleh manajer yang kompeten, enerjix dan tiap-tiap karyawan ditempatkan pada tempat dimana dia bisa menyumbangkan tenaganya secara maxsimal.
g. Mendefinisikan tugas-tugas.
h. Mendorong inisiatif dan tanggung jawab.
i. Memberikan balas jasa yang adil dan sesuai bagi jasa yang diberikan.
j. Memfungsikan sanksi terhadap kesalahan dan kekeliruan.
k. Mempertahankan disiplin.
l. Menjamin kepentingan individu konsiten dengan kepentingan umum dari organisasi.
m. Mengakui adanya satu komando.
n. Mempromosikan koordinasi bahan dan kemanusiaan.
o. Melembagakan dan meperlakukan pengawasan.
p. Menghindari adanya pengaturan, birokrasi(red tape) dan kertas kerja.
Beberapa alasan yang umumnya diterima mengenai mengapa pembagian tenaga kerja hendaknya digunaka dalam strategi pengorganisasian adalah. Pertama, karena pekerja berspesialisasi dalam tugas tertentu, ketrampilan mereka untuk melaksanakn tugas tersebut cenderung meningkat. Kedua, tenaga kerja tidak kehilangan waktu yang berharga didalam bergerak dari satu tugas ke tugas lainnya. Karena mereka biasanya mempunyai satu pekerjaan dan satu tempat untuk mengerjakan pekerjaan tersebut, tidak ada waktu yang hilang dari pergantian alat dan lokasi. Ketiga, karena pekerjan memusatkan diri pada hanya melaksanakan satu pekerjaan, mereka sesungguhnya cenderung mencoba pekerjaan tersebut mudah dan lebih efisien. Keempat, pembagian tenaga kerja menciptakan situasi dimana pekerja hanya perlu mengetahui bagaimana mereka melaksanakan bagian tugas dan bukannya proses keseluruhan produk. Oleh karena itu, tugas mengenai pengertian terhadap tugas mereka tidak begitu menjadi beban.
Akantetapi, argumen juga dikemukakan bahwa tidak perlu digunakan pembagian tenaga kerja dan spesialisasi yang exstrem. Secara keseluruhan, argume tersebut menyatakan bahwa keuntungan dari pembagian tenaga kerja hanya dipusatkan pada efisiensi dan manfaat ekonomi dan mengabaikan variabel manusia. Kerja yang sangat tersepesialisasi cenderung menjadi sangat membosankan dan karena itu biasanya menyebabkan tingkat produksi menjadi turun.
Menurut Chester Barnard akan makin banyak perintah manajer yang diterima dalam jangka panjang apabila terdapat hal-hal mengenai jika :
a. Saluran formal dari komunikasi digunakan oleh manajer dan dikenal semua anggota organisasi.
b. Tiap anggota organisasi telah menerima saluran komunikasi formal melalui mana dia menerima perintah.
c. Lini komunikasi antara manajer bawahan bersifat langsung.
d. Rantai komando yang lengkap.
e. Manajer memiliki keterampilan komunikasi yang memadai.
f. Manajer menggunakan lini komunikasi formal hanya untuk urusan organisasional.
g. Suatu perintah secara otentik memang berasal dari manajer.

Referensi
Wiratmo, masykur. 1994. Kewirausahaan. Jakarta: gunadarma.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Tugas 1 kewirausahaan

Mata Kuliah
Kewirausahaan
(Tugas 1)

Disusun Oleh :
Nama : Dadang Pujo PRastyawan
Kelas : 4 ID 08
NPM : 38412352
Dosen : Ashur Harmadi

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2015
Pengertian
Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarsa dan bersahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegiatan usahanya (Amin, 2008). Kewirausahaan berasal dari kata wirausaha, kemudian disususn dari kata wira yang mempunyai arti utama, gagah, berani, luhur, kemudian kata swa yang mempunyai arti sendiri dan kata sta yang berarti berdiri, usaha, kegiatan produktif. Wirausahawan adalah orang yang berani membuka kegiatan produktif yang mandiri. Ada 3 jenis perilaku kewirausahaan yaitu:
1. Memulai inisiatif.
Memulai inisiatif berarti memiliki pola pikir yang luas dan kreatif serta suatu tekad yang bulat ingin berwirausaha.
2. Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis.
Artinya seorang wirausaha harus mampu merubah semua faktor yang mempengaruhi dalam kelangsungan usahanya secara praktis untuk menunjang kelancaran usahanya.
3. Diterimanya resik.
Seorang wirausaha juga harus bisa meenerima segala resiko dalam menjalankan usahanya yaitu suatu kegagalan dalam usahanya.
Wirausahawan dunia modern muncul pertama kali di inggis pada masa revolusi akhir abad ke 18. Kunci penting seorang wirausahawan adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Karakteristik wirausahawan menurut Mc Clelland adalah sebagai berikut:
Pertama, keinginan untuk berprestasi. Penggerak utama yang memotivasi wirausahawan adalah kebutuhan untuk berprestasi, yang biasanya diidentifikasikan sebagai need of achievement (n-Ach). Kebutuhan ini didefinisikan sebagai keinginan atau dorongan dalam diri orang, yang memotivasi perilaku ke arah pencapaian tujuan.
Kedua, keinginan untuk bertanggungjawab. Seorang wirausaha menginginkan tanggungjawab pribadi bagi pencapaian tujuan. Mereka memilih menggunakan sumberdaya sendiri dengan cara bekerja sendiri untuk mencapai tujuan dan bertanggungjawab sendiri terhadap hasil yang dicapai.
Ketiga, preferensi kepada resiko-resiko menengah. Wirausaha bukanlah penjudi. Mereka memilih menetapkan tujuan-tujuan yang membutuhkan tingkat kinerja yang tinggi, suatu tingkatan yang mereka percaya akan menuntut usaha keras, tetapi yang dipercaya bisa mereka penuhi.
Keempat, persepsi pada kemungkinan berhasil. Keyakinan pada kemampuan untuk mencapai keberhasilan adalah kualitas kepribadian wirausahawan yang penting. Mereka mempelajari fakta-fakta yang dikumpulkan dan kemudian menilainya. Ketika semua fakta tidak sepenuhnya tersedia, mereka berpaling pada sikap percaya diri mereka yang tinggi dan melanjutkan tugas-tugas tersebut.
Kelima, rangsangan oleh umpan balik. Wirausahawan ingin mengetahui bagaimana hal yang mereka kerjakan, apakah umpan baliknya baik atau buruk. Mereka dirangsang untuk mencapai hasil kerja yang lebih tinggi dengan mempelajari seberapa efektif usaha mereka.
Keenam, aktivitas energik. Wirausahawan menunjukkan energi yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata orang. Mereka sangat menyadari perjalanan waktu. Kesadaran ini merangsang mereka untuk terlibat secara mendalam pada kerja yang mereka lakukan.
Ketujuh, orientasi ke masa depan. Wirausahawan melakukan perencanaan dan berpikir ke depan. Mereka mencari dan mengantisipasi kemungkinan yang terjadi jauh di masa depan.
Kedelapan, ketrampilan dalam pengorganisasian. Wirausahawan menunjukkan ketrampilan dalam mengorganisasi kerja dan orang-orang dalam mencapai tujuan. Mereka sangat obyektif di dalam memilih individu-individu untuk tugas tertentu.
Kesembilan, sikap terhadap uang. Keuntungan finansial adalah nomor dua dibandingkan arti penting dari prestasi kerja mereka.
Karakteristik wirausaha yang sukses dengan n Ach tinggi menurut Mc Clelland adalah sebagai berikut:
a. Kemampuan inovatif
b. Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
c. Keinginan untuk berprestasi
d. Kemampuan perencanaan realistis
e. Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
f. Obyektivitas
g. Tanggung jawab pribadi
h. Kemampuan beradaptasi
i. Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator
Tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi menurut Mc Clelland. Tiga kebutuhan dasar tersebut adalah sebagai berikut:
1. Kebutuhan untuk berprestasi (n Ach)
Kebutuhan untuk berprestasi (n Ach) adalah motivasi untuk berprestasi, karena itu karyawan akan berusaha mencapai prestasi tertingginya, pencapaian tujuan tersebut bersifat realistis tetapi menantang, dan kemajuan dalam pekerjaan.
Contoh: Wirausahawan yang menginginkan pujian dari lingkungannya sebagai bentuk pengakuan terhadap prestasinya tersebut.
2. Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afill)
Kebutuhan untuk berafiliasi (n Afill) adalah hasrat untuk berhubungan antar pribadi yang ramah dan akrab. Individu merefleksikan keinginan untuk mempunyai hubungan yang erat, kooperatif dan penuh sikap persahabatan dengan pihak lain. Individu yang mempunyai kebutuhan afiliasi yang tinggi umumnya berhasil dalam pekerjaan yang memerlukan interaksi sosial yang tinggi. Mc Clelland mengatakan bahwa kebanyakan orang memiliki kombinasi karakteristik tersebut, akibatnya akan mempengaruhi perilaku karyawan dalam bekerja atau mengelola organisasi.
Contoh: Wirausahawan yang ingin mempunyai hubungan baik dengan rekan kerjanya.
3. Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow) adalah kebutuhan untuk membuat orang lain berperilaku dalam suatu cara dimana orang-orang itu tanpa dipaksa tidak akan berperilaku demikian atau suatu bentuk ekspresi dari individu untuk mengendalikan dan mempengaruhi orang lain.
Contoh: Pegawai yang mau diatur oleh seorang wirausahawan, sehingga wirausahawan tersebut cukup berkuasa di bidang masing-masing.
Peluang usaha baru akan mendatangkan berbagai jenis resiko. Banyak peluang didalam mengidentifikasi hal baru dan lebih baik untuk dikerjakan di dalam mengerjakan sesuatu.wiraswasta adalah orang yang mencari dan melihat peluang yang tersembunyi dengan gagasan baru, kemudian bekerja mengubah peluang menjadi kenyataan. Keingintahuan dan minat apa yang terjadi merangsang orientasi untuk menelusuri sumber gagasan. Sumber gagasan tersebut diantaranya:
1. Konsumen. Wiraswasta harus selalu memperhatikan apa yang menjadi keinginan konsumen dan memberi kesempatan kepada konsumen untuk mengungkapkan keinginan mereka.
2. Perusahaan yang sudah ada. Wiraswasta harus selalu menjadi memperhatikan dan mengevaluasi produk dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan yang sudah ada dan kemudian mencari cara untuk memperbaiki penawaran yang sidah ada sehingga bisa membentuk ventura baru.
3. Saluran distribusi. Saluran distribusi juga merupakan sumber gagasan baru yang sangat baik karena kedekatan mereka dan kebutuhan pasar.
4. Pemerintah. Pemerintah juga merupakan sumber pengembangan gagasan baru dengan dua cara. Pertama, melalui dokumen hak-hak paten yang memungkinkan pengembangan produk baru. Kedua, memalui peraturan pemerintah kepada dunia bisnis yang bisa memungkinkan munculnya gagasab produk baru, misalnya peraturan keselamatan kerja memungkinkan munculnya usaha yang dipusatkan pada produk-produkkeselamatan kerja.
5. Penelitain dan pengembangan. Penelitian dan pengembangan sering menghasilkan gagasan produk baru atau perbaikan produk yang sudah ada.
Analisa pulang pokok adalah teknik untuk menentukan seberapa banyak satuan yang harus dijual atau seberapa banyak volume penjualan yang harus dicapai agar tercapai posisi pulang pokok. Analisa ini menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan dan kerugian yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi. Analisa pulang pokok umumnya tercliri dari refleksi, pembahasan, pertimbangan dan pembuatiln keputusan relatif terhadap tuiuh unsur pokok:
a. Biaya Tetap : pengeluaran yang dikeluarkan tanpa melihat jumlah produk yang dihasilkan
b. Biaya variabel : pengeluaran yang berfluktuasi dengan jumlah produk yang dihasilkan
c. Biaya Total: jumlah total biaya tetap dari biaya variabel yang berkaitan dengan produksi
d. Pendapatan Total : semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi dari peramalan roduk
e. Keuntungan : jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari produksi barang yang dijual
f. Kerugian : jumlah biaya total produksi barang yang melebihi pendapatan total yang diperoleh dari perjualan barang tersebut
g. Titik Pulang Pokok : pendapatan total sama dengan biaya totalnya,artinya perusahaan hanya memperoleh pendapatan yang hanya cukup untuk menutupi biaya-biayanya. Perusahaan tidak untung tidak rugi.
Bentuk usaha atau bentuk pemilikan perusahan ada yang berbentuk badan hukum dan tidak berbadan hukum. Badan hukum yang dimaksud yaitu badan usaha yang mempunyai kekayaan sendiri, teroisah dari harta kekayaan para pendirinya. Para anggota tidak bertanggung jawab dengan harta kekayaan diluar yang tersebut dalam saham yang dimiliki.
1. Perusahaan perseorangan:
Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemiliklah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
Kelebihan perusahaan perseorangan :
a. Mudah dibentuk dan mudah dihentikan
b. Pemilik memiliki hak atas seluruh laba
c. Kewenangan penuh untuk mengambil keputusan
d. Bentuk kepemilikan perusahaan yang paling ekonomis untuk dimulai
Kelemahan perusahaan perseorangan :
a. Pemilik memiliki kewajiban yang tidak terbatas atas hutang bisnis, sehingga jika terjadi kebangkrutan maka harta pribadi ikut disita.
b. Tidak ada perbedaan pendapatan pribadi dengan pendapatan usaha, sehingga seluruh pendapatan usaha dikenakan pajak sebagai pendapatan pribadi. Kelangsungan perusahaan terbatas pada usia pemiliknya.
c. Jumlah ekuitas yang dapat dihimpun terbatas pada jumlah kekayaan pribadi pemili.
2. Persekutuan
Persekutuan adalah bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit. Sama seperti perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan.
Keunggulan persekutuan :
a. Mudah didirikan
b. Keahlian yang saling melengkapi
c. Pembagian laba
d. Pengumpulan modal yang lebih besar
e. Tidak terkena pajak pemerintah
Kelemahan persekutuan :
a. kewajiban takterbatas pada setidaknya seorang sekutu
b. akumulasi modal
c. kesulitan untuk menyingkirkan kepentingan persekutuan tanpa membubarkan persekutuan
d. kurangnya kesinambungan
e. potensi konflik pribadi dan wewenang
3. Perseroan
Perseroan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta perusahaan.
Kelebihan perseroan :
a. mudah memperoleh dan menambah modal dengan jalan menjual saham
b. profesionalisme pengelola dapat diandalkan
c. tanggung jawab pemilik sebatas saham yang dimilikinya
d. mudah memperoleh kredit dari bank
kelemahan perseroan :
a. proses pendirian memerlukan perijinan yang lama dan rumit
b. spekulasi saham di bursa saham menyebabkan labilnya permodalan usaha
Penarikan (recruitment) pegawai merupakan usaha untuk memperoleh sejumlah tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan, terutama yang berhubungan dengan penentuan kebutuhan tenaga kerja, penarikan, seleksi, orientasi dan penempatan. Penarikan pegawai bertujuan menyediakan pegawai yang cukup agar manajemen dapat memilih karyawan yang memenuhi kualifikasi yang mereka perlukan. Langkah – langkah penarikan (recruitment) pegawai adalah untuk yang pertama perekrutan pegawai kemudian seleksi dilanjut dengan pelatihan dan terakhir adalah penilaian hasil kerja. Proses seleksi sendiri memiliki beberapa tahapan. Menurut Towers dalam Irianto (2001:45) terdapat empat fungsi utama dari dalam tahapan seleksi tersebut, yakni:
a. Pengumpulan Informasi
Meliputi pelaksanaan fungsi untuk mengumpulkan informasi tentang organisasi pekerjaan, jalur karier dan kondisi pekerjaan. Disamping itu juga tentang para calon yang meliputi pengalaman mereka, kualifikasi dan karakteristik personal.
b. Prediksi
Penggunaan informasi masa lalu dan kini tentang karakteristik calon sebagai basis untuk membuat prediksi tentang proyeksi perilakunya di masa mendatang.
c. Pembuat Keputusan
Penggunaan Prediksi tentang proyeksi perilaku calon di masa mendatang sebagai basis untuk membuat keputusan tentang penerimaan atau terhadap calon.
d. Pasokan Informasi
Memberi informasi tentang organisasi, pekerjaan, kondisi organisasi kepada calon serat di sisi lainnya memberi informasi tentang hasil proses seleksi kepada seluruh pihak yang terlibat, misalnya para manajer lini, spesialis SDM dan sebagainya.

Referensi

Winardi, J. Enterpreneu & Entrepreneurship Prenada Media. Jakarta, 2003.
Wiratmo, Maskur. Pengantar Kewiraswastaan-kerangka dasar memasuki dunia bisnis. BPFE-Yogyakarta. Yogyakarta. 1996
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/kewirausahaan/bab9sumber_daya_manusia_bagi_organisasi_kewirausahaan.pdf
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/bussiness_plan/File0020.PDF

Posted in Uncategorized | Leave a comment

makalah pertambangan

Makalah pertambangan

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Makalah pengetahuan lingkungan

Posted in Uncategorized | Leave a comment