makalah Ilmu Budaya Dasar 3

 

Mata Kuliah  :  Ilmu Budaya Dasar

Dosen : Muhammad Burhan Amin

 

Topik Makalah

Budaya Ekonomi Digital Kalangan Masyarakat Menengah KeAtas

Kelas  :  1-ID08

 

Tanggal Penyerahan Makalah : 22 November 2012

Tanggal Upload Makalah  :  23 November 2012

P E R N Y A T A A N

Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.

 

Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.

 

P e n y u s u n

N P M

Nama Lengkap

Tanda Tangan

38412352

Dadang Pujo Prastyawan

 

 

Program Sarjana Teknologi Industri

UNIVERSITAS GUNADARMA

ii

KATA PENGANTAR 

 

 

           Alhamdulillah segala puji hanyalah milik Allah SWT. Tuhan semesta alam atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga bisa menyelesaikan makalah ini dengan baik. Salawat serta salam kita panjatkan pada junjungan kita nabi Muhammad SWT.

 

Makalah ini membahas tentang Budaya Ekonomi Digital Kalangan Masyarakat Menengah KeAtas yang berkaitan dengan mata kuliah ILMU BUDAYA DASAR. Makalah ini dapat sebagai rujukan untuk menambah pengetahuan mengenai cara interaksi individu dengan masyarakat sehingga memperkokoh pertahanan jiwa saling menyatu dan kompak. Sebagai mahasiswa kita sebaiknya banyak mengetahui segala aspek bagaimana berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Tentunya untuk memotivasi kita agar terus berprilaku baik ,santun dan dengan penuh kreativitas. Sebagai mahasiswa baru, kita sama-sama belajar dan menggali Ilmu Budaya Dasar  yang dimana banyak manfaat yang kita dapat.

Dalam pembuatan makalah  ini selaku saya masih dalam pembelajaran maka  hasilnya  jauh dari sempurna,karena kesempurnaan  hanyalah milik  Allah SWT. Untuk  peningkatan dan kreatifitas dalam  pembuatan makalah saya  menerima saran dan  kritik  yang bersifat  membangun ilmu baru.

 

 

 

 

 

 

Bekasi 22 November 2012

                                                                                                                           Penyusun

 

 

 iii

 Daftar Isi

 

 

 

COVER…………….…………………………………………………………………………..i

PERNYATAAN………………………………………………………………………………………..ii

KATA PENGANTA..………………………………………………..……………………..iii

DAFTAR ISI……………..………………………..……………………………………iv

 

BAB 1 : PENDAHULUAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  1

  1.  LATAR BELAKANG. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .  . . . . . . . . . . . . . . .  1
  2. TUJUAN………………………………………………………………..2
  3. SASARAN ……………………………………………………………..2

BAB 2 : PERMASALAHAN ……………………………………………3

1.  KEKUATAN(Strength)  ……………………………………………………….3

2.  KELEMAHAN (Weakness) ………………………………………………………3

3.  PELUANG (Opportunity) ………………………………………………………..4

4.  TANTANGAN DAN HAMBATAN(Threats) ……………………………………………4

BAB 3 : KESIMPULAN DAN REKOMENDASI…………………………….5

1.      KESIMPULAN………………………………………………………….5

2.      REKOMENDASI………………………………………………………..5

3.      REFERENSI…………………………………………………………….5

 

iv

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

  1. A.   Latar Belakang

 

Perkembangan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) akhir–akhir ini dirasakan hampir di setiap aspek kehidupan masyarakat. Sebagaimana setiap kemajuan teknologi komunikasi yang lain, internet masuk ke berbagai bentuk kehidupan masyarakat. Hal ini terjadi karena komunikasi adalah salah satu kebutuhan yang mendasar pada masyarakat. Teknologi internet berkembang dan menyatu dalam sebuah ‘dunia’ atau ‘ruang maya’ atau sering disebut sebagai cyber-space, sebuah dunia atau tempat orang dapat berkomunikasi, ‘bertemu’, dan melakukan berbagai aktivitas ekonomi/bisnis.

 

Sebagaimana pada era ekonomi sebelumnya arus informasi mengalir secara fisik: tunai, cek, surat tagihan, laporan, rapat, panggilan telpon secara analog, transmisi radio atau televisi, cetak biru, peta, foto-foto ataupun iklan-iklan selebaran. Di era ekonomi aliran baru, berbagai bentuk informasi berubah menjadi digital – informasi disimpan dalam bentuk data bit. Melalui penggunaan kode binari pada komputer, komunikasi dan informasi pun menjadi digital ones dan zeros. Dengan demikian sebuah dunia baru dengan segala kemungkinannya telah tercipta dengan sedemikian nyata seperti halnya terciptanya bahasa, sebagai paradigma masa lalu yang mendasarkan pertemuan fisik untuk berinteraksi.

 

Dampak evolusi itu di masyarakat mendorong munculnya masyarakat baru yang dinamakan masyarakat informasi (information society) atau masyarakat berpengetahuan (knowledge society/knowledge-based society). Pada mulanya, teori ekonomi fundamental lama berlandaskan pada optimalisasi/maksimalisasi faktor-faktor produksi yaitu: fisik, tenaga kerja, kapital (tanah, modal uang, dan manusia). Pada perkembangannya sekarang ilmu ekonomi menyadari pentingnya memasukkan faktor-faktor intelektualitas berupa ilmu pengetahuan dan teknologi, kreativitas, dan berbagai bentuk modal inovatif yang dapat dikategorisasikan sebagai iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi).

 

Konsep mengenai digital ekonomi pertama kali diperkenalkan Tapscott (1998), menjelaskan sebuah sosiopolitik dan sistem ekonomi yang mempunyai karakteristik sebagai sebuah ruang intelijen, meliputi informasi, berbagai akses instrumen informasi dan pemrosesan informasi dan kapasitas komunikasi. Komponen ekonomi digital yang berhasil diidentifikasi pertama kalinya adalah industri TIK, aktivitas e-commerce antarperusahaan dan individu, distribusi digital barang-barang dan jasa-jasa, dukungan pada penjualan-

penjualan barang-barang terutama sistem dan jasa-jasa yang menggunakan internet.

 

 

1

Perkembangan ekonomi digital penting untuk diperhatikan, karena tidak akan bisa menghindari pengaruh yang diakibatkan adanya globalisasi yang dipicu kemajuan TIK pada semua aspek kehidupan di semua negara.

  1. B.   Tujuan Penulisan Makalah
    1. Menjelaskan budaya ekonomi digital kalangan masyarakat menegah keatas.
    2. Menjelaskan manfaat ekonomi digital.
    3. Untuk mengetahui pentingnya perkembangan dan kemajuan teknologi baru.
    4. Sebagai tugas ilmu budaya dasar.
    5. C.   Sasaran                       
      1. Media informasi bagi pembaca agar dapat membuka cakrawala mengenai pentingnya ekonomi digital pada era global sekarang.
      2. Sarana pembelajaran mengenai hubungan antara pendidikan dengan ilmu ekonomi terhadap perkembangan transaksi dalam kehidupan masyarakat.
      3. Setiap orang aktif dalam memperbarui pengetahuan akan teknologi ekonomi digital dengan aspek yang tercermin dari negara negara maju.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

BAB II

PERMASALAHAN

 

                Analisis permasalahan Budaya Ekonomi Digital Kalangan Masyarakat Menengah KeAtas dengan memperhatikan dan mempertimbangkan  kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :

 

1.     Kekuatan (Strenght)

1.      Transaksi perbankan ekonomi digital yang semakin canggih. Satu sisi menguntungkan karena kemudahan yang didapat yang dimana transaksi pembelian atau yang lainnya tidak perlu berhadapan langsung. Sehingga merubah pola interaksi antar anggota masyarakat.

2.      Transaksi di dalam dan di luar negeri semakin maju pesat. Bahkan dengan menggunakan media ini, cakupan transaksi komoditas pun tidak lagi terbatas oleh ruang dan jarak pandang.

3.      Semakin banyak yang harus dipahami, semakin banyak yang harus diketahui dan banyak yang mengalami perubahan dalam ekonomi digital.

4.      Berbagai aspek pembngunan suatu negara maju,tidak lepas dari aspek yang saling mendukung, salah satunya sumber daya manusia.terlihat dari garis garis besar haluan negara bahwa penduduk merupakan sumber daya manusia yang potensial dan produktif bagi kemajuan negara. Hal ini pun tidak lepas dari peran serta ekonomi digital sebagai kemajuan masyarakat terhadap teknologi baru dimana mencerminkan negara negara maju.

 

  1. 2.     Kelemahan(Weakness)

 

  1. Sistem ekonomi digital  ini rawan terhadap kejahatan elektronik. Celah dimana kejahatan dalam bentuk pengambilan dana menjadi besar.
  2. Efek buruk dari ekonomi digital terhadap neraca pembayaran adalah pembayaran neto pendapatan faktor produksi dari luar negeri cenderung mengalami defisit.
  3. Menyebabkan kemalasan untuk melakukan suatu hal dan membuat karakter masyarakat yang serba instan (cepet).
  4. Kesenjangan akses antara kaya dan miskin dapat meningkat. Pendidikan dan akses informasi yang lebih merupakan kunci untuk kemakmuran ekonomi namun akses oleh individu di negara yang berbeda adalah tidak sama – ini ketidakadilan sosial telah menjadi dikenal sebagai kesenjangan digital.

 

 

 

3

  1. 3.     Peluang(Opportunity)

 

  1. Membuatkan undang undang untuk mengatur ekonomi digital sehingga memperkecil adanya penipuan maupun tindakan kejahatan di dalam ekonomi digital ini.
  2. Diperlukan tanda bukti disetiap tindakan ekonomi digital.
  3. Pemberian wawasan dan pengetahuan yang luas terhadap ekonomi digital kepada masyarakat pengguna jasa.
  4. Pemberian fasilitas fasilitas dari negara yang mudah dijangkau oleh masyarakat supaya tidak ada kesenjangan antara si miskin dan si kaya. Sehingga pelayanan dan perkembangan untuk menjadi negara maju akan terlaksana.
  1. 4.     Tantangan/Hambatan(Treats)

 

  1. Setiap masyarakat memiliki kebutuhan yang berbeda beda,dalam arti tidak semua menggunakan ekonomi digital dikarenakan faktor ekonomi.
  2. Rasa takut akan terjadinya penipuan maupun kegagalan yang disebabkan dari pelaku ekonomi digital yang kurang mengetahui sistem pelaksanaannya.
  3. Tidak semua masyarakat mampu mengikuti setiap perkembangan ekonomi digital dikarenakan ekonomi digital berhubungan dengan teknik informatika komputer,dan itu selalu berkembang.
  4. Dari pihak pemerintah kurang adanya pemerataan fasilitas yang dimana bisa digunakan oleh dan dimana saja antara orang miskin maupun orang kaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4

BAB III

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

 

  1. 1.     Kesimpulan

 

  1. Perkembangan ekonomi digital di kalangan masyarakat mempermudah suatu transaksi sehinga tidak perlu transaksi harus bertemu maupun bertatap muka dengan orangnya langsung.
  2. Meningkatnya kejahatan di bidang ekonomi digital ketika seseorang ahli menyalahgunakan keahliannya.
  3. Tidak semua masyarakat mampu menggunakan dan melaksanakan kegiatan ini karena keterbatasan tertentu.
  4. Rasa takut akan kegagalan pada alat transaksi baru menyebabkan masyarakat ada yang mengalami pensatabilan ilmu ekonomi.

 

  1. 2.     Rekomendasi

 

  1. Budaya ekonomi digital mampu menggerakkan masyarakat tidak hanya kalangan atas bisa menjalankan melainkan juga masyarakat kecil bisa merasakan demi mewujudkan negara yang maju.
  2. Mempelajari ekonomi digital sehingga tidak ketinggalan mengenai sistem operasinya.
  3. Memberikan sanksi yang berat ketika terjadi kejahatan di masalah ekonomi digital ini (misalkan membuatkan perundang undangan).

 

Referensi

http://thehackys.blogspot.com/2008/10/ekonomi-digital-dan-perkembangannya.html

http://elisa.lumbantoruan.net/?p=36

http://rangkaiankata.wordpress.com/tag/tarnsaksi/

 

5

About these ads
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s